Romo Piter Minta Orang Muda Katolik Misir Barat Berakar dalam Iman

Acara pengukuhan OMK berlangsung dalam perayaan Ekaristi dan penutupan perarakan arca Bunda Maria.

Maumere, Ekorantt.com – Orang Muda Katolik (OMK) mesti menjadi pribadi yang berakar dan terus bertumbuh dalam iman dan berani menjadi saksi Kristus dalam pergumulan hidup sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Pastor Moderator OMK Paroki Spiritu Santo Misir, Keuskupan Maumere, RD. Petrus Kanisius Mbulu Mite saat pengukuhan OMK Lingkungan Santo Aloysius Misir Barat, Sabtu, 29 Mei 2026, di wilayah Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Sikka, NTT.

Acara pengukuhan OMK berlangsung dalam perayaan Ekaristi dan penutupan perarakan arca Bunda Maria.

“Jangan hanya mengatakan saya Orang Muda Katolik dari Misir Barat, tetapi ketika ada kegiatan doa di komunitas basis atau di lingkungan hilang, dan baru muncul ketika ada dengan musik dan sebagainya baru hadir,” ujar Pastor Piter.

Ia berharap OMK selalu terlibat dalam berbagai kegiatan di komunitas basis dan lingkungan. Sebab, setiap kegiatan menjadi momen untuk membentuk kepribadian sekaligus melatih seseorang menjadi pemimpin di masa depan.

Gereja dewasa ini, menurut Pastor Piter, membutuhkan semangat kreativitas dan kesaksian hidup kaum muda, melalui tingkah laku hidup dan tutur kata dalam pergaulan.

Senada, Ketua Lingkungan Santo Aloysius Misir Barat, Yahanes Piterson mengatakan, orang muda harus berani tampil sejak usia muda. Kegiatan di Komunitas Basis Gereja (KBG) dan lingkungan dijadikan kesempatan belajar demi memupuk keberanian sebagai bekal masa depan.

“Ketika kaum muda selalu terlibat dalam berbagai kegiatan di lingkungan itu Anda sedang membangun fondasi diri. Tahu tentang nilai, batasan dan tujuanmu dan tetap konsisten di jalan yang benar. Tidak mudah terpengaruh dan terbawa arus perubahan zaman,” ujar Piterson.

Ia berterima kasih kepada pengurus terdahulu. Mereka telah berkontribusi bagi KBG dan lingkungan, baik dalam mendukung kegiatan rohani maupun dalam pengelolaan taman baca dan sanggar budaya Bakalikat Jirojaro.

“Kegiatan ini telah membawa warna tersendiri bagi lingkungan Misir Barat, bukan hanya di tingkat paroki tetapi hingga Keuskupan Maumere dan Kabupaten Sikka,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA