Warga Reok Barat Manggarai Adukan Terduga Pelaku Perambah Hutan ke Polisi

Fransiskus mengatakan, awalnya ia mendapatkan informasi dari warga lainnya sekitar seminggu lalu. Ia kemudian mengeceknya secara langsung.

Ruteng, Ekorantt.com Warga Sambi, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Fransiskus Xaverius Medo (35) dan Bertholomeus Sugianto Ba’os (25) melaporkan terduga pelaku perambahan hutan Satar Jengok dan Satar Lumpung ke polisi pada Senin, 8 Januari 2026.

“Kami di sini melaporkan ada dugaan penebangan hutan secara liar,” kata Fransiskus.

Pengaduan tersebut tertuang dalam tanda terima surat pengaduan masyarakat bernomor reg: DUMAS/78/VI/2026/RES.MANGGARAI/POLDA NTT.

Kasus ini diadukan karena mereka prihatin dan khawatir terkait kondisi hutan tersebut sekarang.

Sebab, kawasan hutan tersebut merupakan pusat dua sumber mata air yang menjadi andalan sumber air bersih bagi warga setempat.

“Di situ sumber air bagi kelangsungan hidup masyarakat Desa Sambi,” ungkapnya.

Sumber mata air tersebut yakni Wae Toe dan Wae Jengok. Kata Fransiskus, jaraknya hanya berkisar 10 meter dari lokasi perambahan.

Fransiskus mengatakan, awalnya ia mendapatkan informasi dari warga lainnya sekitar seminggu lalu. Ia kemudian mengeceknya secara langsung.

Saat melakukan pengecekan, ia kaget karena diperkirakan sekitar seluas 10 hektare kawasan hutan sudah ditebang.

“Dalam surat yang kami sampaikan, berdasarkan informasi dari masyarakat terduga ada beberapa orang, sekitar ada 6 orang,” sebut dia.

Setelah melakukan penebangan liar, debit air yang sumbernya dari dua mata air tersebut mulai berkurang, kata Fransiskus.

“Kami sudah sampaikan ke Dinas Kehutanan,” ucapnya.

Ia menambahkan surat pengaduan itu masyarakat sampaikan pada 2 Juni lalu. Mereka juga menunjukkan dokumentasi warga terkait kondisi hutan tersebut.

Dari dokumentasi yang ia tunjukkan, tampak sejumlah pohon terlihat telah ditebang dan tumbang di dalam kawasan hutan yang diduga sedang melakukan perambahan.

Karena itu, ia meminta Polres Manggarai segera menindaklanjuti laporannya. Polisi juga diminta untuk melihat langsung kondisi lokasi.

“Kami mendesak kepolisian bisa turun langsung melihat langsung dan melakukan investigasi,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA