Atap seng di SDI Weko di Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka bocor. KBM para siswa terganggu. EKORANTT/YUVENFERNANDEZ

Maumere, Ekorantt.com – Tiga ruangan kelas, yakni Kelas I, Kelas II, dan Kelas III SD Inpres Weko di Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka dibangun sejak tahun 1982.

Sudah sejak 37 tahun silam, seng tidak pernah diganti. Akibatnya, atap sekolah bocor di mana-mana. Bocornya atap merusakkan plafon dan menyebabkan tiris.

Praktis, kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa di musim hujan tidak dapat berjalan dengan baik.

Seperti yang disaksikan Ekora NTT bersama Pejabat Kades Langir Maria Klara dan Sekretaris Desa Yohanes Seravin Yonvit pada Sabtu, 2 November 2019, keadaan gedung sekolah ini memprihatinkan.

Seng sudah karat berwarna hitam.

Plafon terlepas dan kehitam-hitaman karena tiris air.

“Pak Wartawan saksikan sendiri ini. Keadaan sekolah seperti ini. Sejak tahun 1998, setiap kali musyawarah di desa dan kecamatan selalu saja ada usulan untuk perbaikan gedung ini tetapi sampai saat ini tidak pernah ditanggapi,” ungkap Pejabat Kades Maria Klara.

Avelina Anastasia, Guru Kelas I yang tinggal di Mess SDI Weko kepada Ekora NTT mengakui, tiap kali musim hujan, kegiatan KBM terganggu.

Gangguan itu seolah-olah sudah menjadi langganan tetap dari tahun ke tahun.

“Beberapa waktu lalu, ada usulan untuk perbaikan atap seng. Tetapi, kenyataan yang kami peroleh, keramik dipasang di tiga ruangan ini. Apalah artinya lantai mengkilat, tetapi seng bocor dan mengganggu KBM bagi anak-anak generasi muda ini,” ungkap Avelina prihatin.

Avelina menuturkan, pada tahun 20 17 lalu, Yanto Kaliwon, Mantan Camat Kangae yang sudah almarhum, pernah posting persoalan ini di Facebook.

Akhirnya, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka datang melakukan survey.

Akan tetapi, sampai saat ini, keadaan gedung ini tetap rusak.

Berdasarkan pantauan EKORA NTT, kerusakan tidak hanya terjadi di tiga ruangan kelas tetapi  juga di ruang guru.

Beberapa waktu lalu, pohon besar tumbang dan menindih gedung ruang guru sehingga leinsplan patah dan seng penyot.

Pejabat Kades Maria Klara juga mengungkapkan, lokasi SDI Weko dihubungkan dengan sebuah kali mati.

Ketika musim hujan dan banjir, guru-guru dan anak-anak yang tinggal di sebelah kampung tidak bisa lewat.

“Kami mengharapkan instansi terkait tolong memperhatikan desa kami ini. Kepada siapa lagi kami mengadu. Hanyalah kepada Media Ekora NTT sebagai malaikat penolong yang dapat menyalurkan kisah pilu dari Desa Langir ini,” pinta Maria.

Yuven Fernandez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here