Peserta berpose bersama narasumber usai Sosialisasi Empat Konsensus Bangsa di Aula SMK St. Thomas Maumere Selasa 19 November 2019

Maumere, Ekorantt.com – Akhir-akhir ini bangsa Indonesia menghadapi berbagai ancaman akan keutuhan Negara Republik Indonesia. Salah satunya paham radikalisme yang disinyalir sudah masuk sekolah-sekolah.

75 Peserta didik SMK St. Thomas Maumere yang mengikuti Sosialisasi Empat Konsensus Bangsa di Aula SMK St. Thomas Maumere Selasa 19 November 2019 dengan tegas menolak paham radikalisme dan paham-paham lain yang berusaha mencabik-cabik keutuhan negara Republik Indonesia.

Hal ini nampak dalam yel-yel persatuan dan kesatuan dan salam NKRI harga mati.

Sosialisasi hajatan Kesbangpol Sikka ini menghadirkan empat narasumber yakni Komandan Kodim 1603 Sikka Letkol Inf. Sugeng Prihatin, Kasat Binmas Polres Sikka Iptu Sipri Sedan, Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Sikka Constantinus Tupen, Sekretaris Kesbangpol Sikka Fedrik Edmundantes, dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sikka Sixtus Viator.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMK St. Thomas Agustino Lameng menyampaikan sekolah yang dipimpinnya menjunjung tinggi pluralisme.

“Peserta didik di sekolah yang memiliki 7 kejuruan ini berasal dari pelbagai wilayah seperti Jawa, Timor Leste, Flores sehingga aneka budaya ada di sini. Selain itu untuk membuka wawasan dan budaya peserta didik berpraktek di Bali dan Jawa,” ujar Agustino.

Kabid Idiologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sikka  Markus Mau, menegaskan empat konsensus bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah final.

“Sosialisasi empat konsensus bangsa bagi peserta didik untuk lebih menyadarkan akan arti pentingnya hidup bersama, hidup bersatu, rukun atas dasar persamaan status, hak dan kewajiban di muka undang-undang yang akan menjamin ketentraman hidup seluruh bangsa,” ujar Markus.

Yuven Fernandez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here