Kupang, Ekorantt.com – Program percepatan penurunan stunting yang digagas pemerintah Kota Kupang mendapat dukungan penuh dari Kelurahan Kayu Putih.
Lurah Kayu Putih, Jane Ndaomanu mengatakan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius di wilayahnya sehingga diperlukan kerja kolaboratif antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan orang tua balita.
Menurut Jane, keberhasilan program Kupang Sehat hanya dapat dicapai jika seluruh elemen masyarakat terlibat aktif.
Guna mewujudkannya, pihaknya berkoordinasi dengan Puskesmas Oepoi, posyandu, dan enam Pustu yang berada di wilayah Kelurahan Kayu Putih. Pelaksanaannya dilakukan melalui berbagai upaya seperti peningkatan layanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga penguatan peran kader posyandu di tingkat RT.
“Kami memastikan setiap balita terdata dan rutin mengikuti penimbangan di posyandu apalagi pada saat pekan pelayanan imunisasi,” ujar Jane di Kupang pada Senin, 10 November 2025.
“Kami juga selalu dorong orang tua untuk memahami pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan sanitasi yang sehat,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Dedari untuk melayani pengecekan USG ibu hamil di Pustu. Kerja sama ini dilakukan dengan mendatangkan dokter spesialis kandungan untuk memberikan pelayanan di Pustu.
“Sudah beberapa kali kami lakukan. Kami berusaha setiap tiga bulan,” terangnya.
Pemerintah Kelurahan Kayu Putih juga berkoordinasi dengan RT, RW untuk melakukan kerja bakti yang dilakukan setiap hari Sabtu.
Kendati begitu, kata Jane, pihaknya mengalami kendala dan tantangan seperti perubahan pelayanan posyandu dari posyandu untuk balita menjadi Posyandu LP. Posyandu LP adalah pelayanan tidak hanya kepada balita melainkan semua siklus hidup mulai dari balita, ibu hamil, menyusui, lansia, remaja, penyakit tidak menular, kesehatan lingkungan dan gizi keluarga.
Perubahan ini menyebabkan posyandu kekurangan tenaga kesehatan, fasilitas dan obat-obatan. Akibatnya, para lansia hampir tidak melakukan pemeriksaan kesehatan di posyandu-posyandu. Ini terjadi karena antrean yang menyita waktu mereka.
“Para lansia merasa waktu mereka tersita di posyandu. Ini curhat dari para lansia,” terangnya. (Patrick Padeng/Adv)













