Ruteng, Ekorantt.com – Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur terpaksa diberhentikan sementara akibat kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Korwil Manggarai, Ansgariana Yetri Indriyanti berkata, kelangkaan LPG berukuran 12 kilogram itu sudah mulai berdampak serius terhadap operasional dapur SPPG di wilayahnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut menyebabkan aktivitas sejumlah SPPG terpaksa diberhentikan sementara.
“Kondisi ini akibat sulitnya memperoleh pasokan gas,” kata Indriyanti dalam keterangan yang diterima Ekora NTT pada Senin, 11 Mei 2026.
Kini, Korwil Manggarai bersama Kepala SPPG menggelar rapat koordinasi guna membahas langkah penanganan kelangkaan LPG yang dinilai semakin menghambat pelayanan dan kegiatan operasional dapur SPPG.
Ia berpendapat, dalam rapat ini mengungkap bahwa kelangkaan gas tidak hanya memicu antrean panjang di tingkat agen dan pengecer, tetapi juga menyebabkan lonjakan harga yang cukup tinggi sejak awal April.
“Harga LPG 12 kilogram bahkan dilaporkan menembus Rp475 ribu per tabung di beberapa wilayah,” ucapnya.
Ia berkata, keterbatasan pasokan gas sangat memengaruhi aktivitas dapur, terutama dalam proses memasak dan penyediaan kebutuhan operasional harian.
Akibatnya, beberapa SPPG terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasional sambil menunggu ketersediaan pasokan LPG kembali normal.
Menurutnya, melihat situasi ini perlu adanya koordinasi cepat antara pihak agar distribusi LPG dapat segera kembali normal.
“Selain menjaga kestabilan pasokan, pengawasan terhadap distribusi dan harga juga dinilai penting guna mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga di tengah masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap rapat koordinasi beberapa pihak terkait dapat menghasilkan solusi konkret agar operasional dapur SPPG kembali berjalan normal.
“Per hari ini ada lima SPPG yang diberhentikan sementara karena tidak ada gas,” katanya.
Ia menyebut, SPPG yang berhenti hari ini di antaranya SPPG Pau 2 Ruteng, SPPG Ndehes Wae Rii 003, SPPG Manggarai Reok, SPPG Ruis Reok, dan SPPG Lalong Wae Ri’i.
“Terkait hal ini juga besok kami akan bertemu dengan Satgas MBG Kabupaten Manggarai untuk membahas kelangkaan gas Elpiji,” pungkasnya.













