Kupang, Ekorantt.com – Pelabuhan Feri Waijarang di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mulai beroperasi pada akhir September 2026.
General Manager PT ASDP Indonesia Feri Cabang Kupang, Ardhani Friandy menjelaskan, progres pembangunan pelabuhan Ferry Waijarang telah mencapai tahap awal pra-konstruksi.
“Memang ini proyek perbaikan langsung dibuat dari ASDP kantor pusat Jakarta. Kami di sini memantau kerja berjalan sesuai jadwalnya,” kata Ardhani usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD NTT pada Rabu, 24 Juni 2026.
Ia berharap perbaikan pelabuhan tidak ada kendala seperti cuaca yang bisa mengganggu pekerjaan di bawah air. “Kita berharap selesai di akhir November,” ujarnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon B. Baun mengatakan, pemerintah pusat mendukung pengembangan infrastruktur pelabuhan. Hal ini dibuktikan dengan adanya rencana pengembangan Pelabuhan Lewoleba yakni dengan menganggarkan dana sebesar Rp34 miliar yang akan dikerjakan pada 2027.
“Ini sudah ada dalam usulan pagu kebutuhan ke Kementerian Perhubungan senilai Rp34 miliar,” kata Simon.
Simon menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sangat mendukung rencana pemerintah Kabupaten Lembata dalam rangka pengembangan infrastruktur pelabuhan dan pengembangan infrastruktur TPI.
Bupati Lembata, Kanisius Tuaq mengapresiasi ASDP yang telah memperbaiki dermaga penyeberangan Feri Waijarang di Kabupaten Lembata.
“Puji Tuhan nanti di September sudah bisa diuji coba sandar,” kata Kanisius.
Ia menambahkan, pemerintah telah mengusulkan pembangunan pelabuhan rakyat di Waijarang (Lembata – Boleng Adonara), Baubolak (Lembata – Solor dan Andonara) dan Wairiang untuk menghubungkan Pantar dan Lembata.
Adanya pelabuhan rakyat dimaksudkan untuk mempercepat rute perjalanan serta upaya pemerintah kabupaten memperoleh sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ke pelabuhan Lewoleba sudah jauh dan labuh tambaknya kami tidak dapat. Sehingga kami bisa naikkan PAD,” ungkapnya.
Kanisius juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lembata juga mengusulkan kepada ASDP Pusat untuk membuka penyebrangan kapal feri tujuan Surabaya – Lembata dan Atapupu.
Rute ini untuk membantu mobil-mobil ekspedisi dari Lembata, Pulau Timor (Belu – Malaka – TTU) dan juga pulau-pulau kecil seperti Adonara untuk memuat hasil pertanian menuju Pulau Jawa.
“Rutenya sangat strategis. Ini usulan Bupati Lembata kepada ASDP,” tandasnya.













