Ruteng, Ekorantt.com – Bank NTT Cabang Ruteng kembali mengadakan bazar sebagai bagian dari dukungannya kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu mengatakan, Bank NTT memanfaatkan bazar untuk memamerkan produk UMKM di bulan Ramadan.
Ia menuturkan, bazar digelar sesuai arahan kantor pusat yang telah dijadwalkan setiap tahunnya. Tahun 2026 merupakan tahun kedua Bank NTT mengadakan bazar.
Melalui kegiatan ini, Bank NTT membuka akses modal bagi pelaku usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), kata Romi.
Program tersebut bagian dari upaya pemerintah dan bank untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah. “Pelaku usaha ini nanti dapat manfaatkan KUR.”
Menariknya lagi, mekanisme pembayaran pada bazar diwajibkan secara non-tunai. Hal ini bagian dari upaya mendorong pelaku usaha untuk bertransformasi melalui sistem digital.
“Makanya semua pelaku yang kayak gini punya Qris untuk bertransaksi secara nontunai. Kami mendorong menggunakannya,” ujarnya.
Hal ini juga bagian dari dukungan terhadap kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Tim yang disebut Romi adalah forum koordinasi yang didorong oleh Bank Indonesia dan pemerintah daerah untuk mengakselerasi elektronifikasi transaksi keuangan.
Dengan demikian, dapat meningkatkan transparansi, tata kelola, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran non-tunai pajak dan retribusi daerah.
“Selain itu transaksi non-tunai ini dampak kepada pelaku UMKM-nya; transaksi tercatat lebih transparan, juga mencegah atau menghindari maraknya uang palsu,” ungkapnya.
Bazar berlangsung di halaman kantor Bank NTT Cabang Ruteng beralamat di Jalan Katedral. Cyintiana M. Jaya selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, sebanyak 11 pelaku usaha kuliner yang terlibat dalam event tersebut.
Tidak semua pelaku usaha berjualan di lokasi bazar. Mereka hanya menitipkan barang dagangan kepada staf Bank NTT. “Tapi, mudahnya karena transaksinya digital,” kata Cyintiana.
Ia menambahkan, setiap transaksi pembayaran, uangnya langsung masuk pada rekening pelaku usaha. Sementara pegawai Bank NTT hanya melayani pembeli.
“Paling yang libat langsung pelaku usaha di kota Ruteng, sedangkan di luar wilayah ini kami yang layani,” tuturnya.













