Gunung Lewotobi Laki-laki di Flotim Kembali Erupsi

Status Lewotobi Laki-laki masih level II atau waspada. Warga diminta tak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Larantuka, Ekorantt.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 1.000 meter pada Selasa, 3 Maret 2026 pagi. Aktivitas vulkanisnya terlihat lagi setelah lima bulan tanpa erupsi.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, melaporkan erupsi terjadi pada pukul 09.42 Wita. Laporan ini baru disebarkan lima jam setelahnya.

Kepala PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, mengatakan peralatan mereka tak merekam letusan saat pagi tadi. Pihaknya pun mengecek lewat CCTV atau kamera pengawas setelah mendapat kabar dari sejumlah anggota grup Whatsapp yang mengonfirmasi video erupsi ke PGA.

Dalam laporan yang dikirim pukul 14.02 Wita, Herman menerangkan kolom abu 1.000 meter bergerak ke utara dan timur laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal,” ujar Herman.

Status Lewotobi Laki-laki masih level II atau waspada. Warga diminta tak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Selain soal erupsi, warga juga diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai atau kali yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-laki. Saat hujan, banjir melanda jalan Trans Flores Larantuka-Maumere, serta permukiman yang kini kosong ditinggal mengungsi.

Data dari BPBD Flores Timur, penyintas korban erupsi Lewotobi Laki-laki saat ini berjumlah 7.955 jiwa. Mereka berasal dari empat desa di Kecamatan Wulanggitang dan dua desa di Kecamatan Ile Bura. Penyintas mengungsi secara terpusat dan mandiri.

“Yang terpusat di Huntara (Hunian Sementara) Desa Konga serta para pengungsi mandiri di rumah-rumah warga atau kerabat,” kata Kalak BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng.

Pemerintah memastikan merelokasi penyintas lewat pembangunan hunian tetap (Huntap). Penyiapan lokasi berjalan terkatung-katung selama dua tahun. Terakhir ada dua lokasi yang akan dibangun hunian di Kuhe dan Todo.

Pembangunan jalan ke Kuhe di Kecamatan Ile Bura mulai dikerjakan sejak 1 Januari 2026. Anggaran untuk proyek ini bersumber dari APBN senilai Rp 38,5 miliar. Volume jalan dengan panjang 8,35 kilometer dikerjakan PT Dewi Graha Indah. Waktu pekerjaan selama 180 hari hingga 14 Juni 2026.

Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA