Ruteng, Ekorantt.com – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai, Frederikus Inasio Jenarut menyebut, Kopdit Pintu Air menjadi salah satu lembaga penggerak ekonomi daerah Manggarai.
“Terima kasih karena Pintu Air sudah membuka tempat di Manggarai,” kata Frederikus saat mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Pintu Air yang diikuti melalui zoom bersama komite, manajemen, dan anggota cabang Ruteng pada Kamis, 5 Maret 2026.
Ia mengatakan, data per Desember 2025, total anggota Kopdit Pintu Air Cabang Ruteng sebanyak 6.340 anggota. Total pinjaman yang beredar pada anggota senilai Rp28.351.802.
Merujuk pada data tersebut, menurut Frederikus, Kopdit Pintu Air sudah turut mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi di daerah Manggarai.
“Salah satu penggerak ekonomi daerah adalah badan usaha seperti koperasi ini,” tuturnya.
Meski Kopdit Pintu Air merupakan primer nasional yang tanggung jawab pembinaannya berada tingkat pusat, kata Frederikus, pemerintah daerah turut mengawasi sebagai bagian dari tanggung jawab moril.
Ia mendorong anggota koperasi kredit agar tidak meminjam untuk kebutuhan konsumtif, tetapi meminjam sebagai modal mengembangkan usaha produktif.
Frederikus kemudian meminta agar mendampingi anggota yang memiliki usaha. “Di beberapa koperasi sudah dilaksanakan, mereka tidak hanya meminjamkan modal tetapi diikuti dengan pembinaan tentang bidang usaha atau UMKM.”
Hal tersebut dinilainya sangat baik karena mampu mengembalikan pinjaman dengan mudah. Dengan begitu, anggota dan lembaga koperasi sama-sama memiliki keuntungan.
“Peran dari pemerintah adalah pembinaan dan pengawasan karena ini mengumpulkan uang masyarakat, bawa catatan ialah anggota. Tapi perlu pengawasan,” tuturnya.
Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Ruteng, Aloisius Fredensius menerangkan, salah satu rencana kerja tahun buku 2026 ialah memperbanyak tempat sosialisasi agar menambah jumlah anggota.
“Tetapi, rencana ini tidak sekadar penambahan anggota, namun akan mengedukasi anggota untuk melakukan pinjaman produktif,” jelas Aloisius.
Ia berkata, “pinjaman tersebut bermaksud untuk modal usaha anggota.” Dengan adanya modal, anggota dapat mengembangkan usahanya secara baik.
Aloisius menyebut, Kopdit Pintu Air hadir menggerakkan ekonomi daerah melalui pinjaman dan pemberdayaan bagi anggotanya yang memiliki usaha.
“Kami memberikan kesempatan bagi masyarakat Manggarai untuk bergabung dan berproses bersama kami di Pintu Air,” ajaknya.

Balutan Pakaian Adat Manggarai
Pada RAT tahun buku 2025 ini, anggota, manajemen dan komite Pintu Air Cabang Ruteng mengenakan busana adat Manggarai.
Sebagian di antara mengenakan kemeja putih polos, merah dan beberapa jenis warna lainnya. Di bagian bawahnya dibaluti kain songket khas Manggarai.
Aloisius berkata, dari kantor pusat hingga cabang telah mewajibkan semua mengenakan busana adat, sesuai daerah keberadaan masing-masing cabang.
“Meski busanannya berbeda-beda sesuai masing-masing daerah, tapi kami tetap satu di Pintu Air,” ucapnya dalam acara RAT yang berlangsung di Aula Efata Ruteng itu.
Ia menuturkan, makna penggunaan busana adat ini sebagai pelestarian budaya.
Dengan berbusana adat, pihaknya sedang merawat identitas dan kultur budaya di tengah perkembangan zaman.
“Kami memaknannya itu. Kita tahu dengan perkembangan zaman seperti sekarang bisa meluntur nilai budaya,” ucapnya.
Belasius Sudin, salah satu anggota menyambut baik atas selenggarakannya RAT Pintu Air yang dikemas dalam balutan busana adat.
Penggunaan busana ini merupakan cerminan pelayanan Pintu Air yang bersentuhan dengan nilai-nilai budaya.
“koperasi kredit ini kan sangat dekat dengan masyarakat. Betul-betul menolong masyarakat,” ucapnya.
Dengan berpakaian adat, sesungguhnya nuansa kebersamaannya semakin kuat.
Belasius berharap, Pintu Air tetap menjadi koperasi yang menjangkaui seluruh lapisan masyarakat.
“Utamanya membantu perekonomian masyarakat,” tegasnya.
