Ruteng, Ekorantt.com – Ibu-ibu berjalan beriringan di jalan menanjak sambil memikul ember berisi pasir di atas kepala.
Dengan langkah hati-hati, mereka menyusuri jalur yang berbatu dan tanah. Ekspresi wajah mereka tampak serius.
Ibu-ibu itu merupakan warga Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.
Mereka bahu-membahu dengan warga laki-laki memperbaiki akses jalan Dusun Topak Desa Golo Langkok menuju Kampung Langke, Desa Luang Bua, Rahong Utara.
Sementara warga laki-laki terlihat sedang mengaduk campuran pasir dan material lain secara manual. Mereka menggunakan sekop dan alat sederhana seadanya.
Selain orang tua, para orang muda juga turut berinisiatif melakukan aksi tersebut.
Hironimus Barut, salah satu warga meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi jalan tersebut. Setiap hari, warga yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.
“Semoga pemerintah melihat upaya kami ini,” katanya pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dengan inisiatif ini, masyarakat terpaksa mengeluarkan tenaga dan uang saku.
Hironimus bilang, “kondisi ini sudah lama kami keluhkan.”
Jalur tersebut, menurut dia, satu-satunya akses penting bagi warga setempat menuju puskesmas setempat, rumah sakit, sekolah hingga tempat ibadah.
alan tersebut terakhir kali diperhatikan pemerintah pada tahun 2008 melalui pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen).
Namun kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Jalan terlihat dipenuhi batu, berlubang, beberapa titik nyaris putus, dan plat duiker mengalami kerusakan berat.
Ita, salah satu perwakilan perempuan mengaku, selama ini warga sangat kesulitan, terutama ketika ada pasien yang harus dibawa ke rumah sakit.
Karena kendaraan sulit masuk kampung, kendaraan seperti mobil ambulans tidak pernah masuk di kampung itu.
“Selama ini kami banyak mengeluh tentang jalan ini saat ke rumah sakit, juga untuk keperluan lain,” ucapnya.
Ita berharap, pemerintah segera memperhatikan kondisi ini, mengingat jalan tersebut sangat penting vital.
“Hari ini sedikit senang, karena ada kerja gotong royong untuk perbaiki yang rusak parah,” pungkasnya.













