Transformasi dalam Gerakan Koperasi Kredit Adalah Sebuah Keniscayaan

Transformasi, kata dia, erat kaitannya dengan teknologi. Teknologi akan membantu dan meningkatkan bisnis. Dan gerakan koperasi kredit selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Maumere, Ekorantt.com – General Manager Puskopdit Swadaya Utama, Fransiskus de Fransu mengatakan transformasi dalam gerakan koperasi kredit merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini menentukan keberlanjutan gerakan koperasi kredit di masa mendatang.

“Transformasi sebuah lembaga apapun harus bisa menyesuaikan dengan perubahan-perubahan, terutama perubahan di lingkungannya sendiri,” kata de Fransu kepada awak media di sela-sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskopdit Swadaya Utama Tahun Buku 2025 di Maumere, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia mengatakan, Puskopdit Swadaya Utama mengangkat tema RAT yakni ‘Mewujudkan Daya Saing Melalui Transformasi dan Menjaga Keberlanjutan Melalui Solidaritas’. Tema ini mendorong pengurus, pengawas, dan manajemen koperasi kredit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan pasar yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Transformasi, kata dia, erat kaitannya dengan teknologi. Teknologi akan membantu dan meningkatkan bisnis. Dan gerakan koperasi kredit selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

“Saat ini gerakan koperasi kredit memasuki sistem layanan baru yakni  Sistem Informasi Anggota Peminjam (SIAP) yang bertujuan menelusuri status atau kolektibilitas pinjaman-pinjaman anggota koperasi kredit di bawah Puskopdit Swadaya Utama. Ini akan memudahkan informasi, terutama informasi untuk layanan kredit,” jelasnya.

Di sisi lain, transformasi punya hubungan dengan produk dan layanan. Produk dan layanan yang diluncurkan oleh koperasi mesti sesuai dengan kebutuhan anggota.

“Dilihat lagi dengan tawaran-tawaran dari lembaga lain yang menyebar di masyarakat, di pasar, sehingga koperasi kredit harus selalu beradaptasi. Layanan juga berkaitan dengan membangun hubungan yang langgeng dengan anggota.”

De Fransu menambahkan, pilar solidaritas dalam koperasi kredit juga menjadi landasan penting yang menyokong keberlanjutan koperasi kredit.

“Ini berkaitan dengan setia kawan untuk mempererat kekuatan, saling menopang, saling membantu antar koperasi kredit, maupun antar-anggota.”

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Puskopdit Swadaya Utama, Agustinus Romualdus Heny atau yang biasa disapa Heni Doing. Ia menjelaskan, koperasi kredit mesti melakukan transformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan anggota.

“Kita butuh transformasi, dari hal yang lama ke hal yang baru. Transformasi kepemimpinan, teknologi, etos kerja, sistem pelayanan,” ujarnya.

Puskopdit Swadaya Utama, lanjut Heni Doing, memiliki peta profil untuk 33 koperasi kredit primer di Kabupaten Sikka, Flores, dan Lembata. Setiap koperasi memiliki karakter masing-masing; ada yang cepat bertransformasi dan ada pula yang lambat merespons transformasi.

“Bagaimana kita bertransformasi, ya kita berubah dari sesuatu yang lama ke sesuatu yang baru. Tentu prosesnya tidak berjalan sukses terus. Ada transformasi yang gagal,” kata Heni Doing.

Kalau gagal, Heni Doing menegaskan, bukan berarti gerakan koperasi kredit berhenti. Ia mendorong adanya formula-formula baru dalam menjawab kebutuhan anggota yang cukup dinamis sekarang ini.

TERKINI
BACA JUGA