Christian Widodo dan Serena Francis Dinilai Berhasil Bangun Kepemimpinan Kolaboratif

Sebagai satu tim yang mendapat dukungan politik yang kuat, keduanya dinilai mampu menjaga keselarasan dalam menjalankan pemerintahan.

Kupang, Ekorantt.com – Pakar politik Universitas Nusa Cendana (Undana), Diana San Tabun menilai kepemimpinan Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis dinilai semakin matang seiring berjalannya waktu. Sinergi yang terbangun antara keduanya dinilai turut berdampak positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Kupang.

Menurut Diana, salah satu indikator positif yang terlihat adalah kemampuan Christian Widodo dalam mendistribusikan tugas dan tanggung jawab kepada Wakil Wali Kota Serena Francis maupun kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

“Yang saya amati di Kota Kupang, Pak Wali Kota mampu membagi tugas pokok dan fungsi dengan baik kepada ibu Serena sebagai Wakil Wali Kota. Beliau tidak mengambil semua peran dan ini baik bagi sebuah kepemimpinan,” ujarnya kepada wartawan di Kupang, Rabu, 24 Juni 2026.

Diana menjelaskan, pada umumnya tahun pertama kepemimpinan menjadi masa penyesuaian bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Tidak jarang muncul dinamika akibat pembagian tugas yang kurang jelas. Namun kondisi tersebut tidak terlalu terlihat dalam kepemimpinan Christian dan Serena.

Sebagai satu tim yang mendapat dukungan politik yang kuat, keduanya dinilai mampu menjaga keselarasan dalam menjalankan pemerintahan.

“Tapi karena mereka berdua adalah satu tim, artinya harus saling mendukung. Pak Wali Kota dan Ibu Serena terlihat mampu menjalankan peran masing-masing dengan baik,” katanya.

Meski mengakui pada awal masa jabatan keduanya masih beradaptasi dan mencari pola kerja yang tepat, Diana menilai perkembangan yang terjadi saat ini cukup signifikan.

“Secara jujur, mereka masih meraba-raba pada awal kepemimpinan. Tetapi mereka terus belajar dan berusaha sehingga sekarang terlihat semakin baik,” tegasnya.

Diana juga menyoroti perkembangan Serena Francis yang dinilai berhasil menjalankan peran sebagai wakil kepala daerah secara proporsional.

Menurutnya, Serena mampu memahami batas kewenangan sekaligus mengeksekusi tugas yang dipercayakan kepadanya dengan baik.

“Ibu Serena memainkan perannya dengan baik sebagai seorang wakil. Sebagai politisi muda, dia mau belajar dan membuka diri. Dia fokus pada tugas yang menjadi porsinya tanpa mencampuri kewenangan kepala daerah,” ujarnya.

Selain itu, gaya komunikasi Serena juga mendapat apresiasi. Diana menilai Serena mampu menyampaikan berbagai program dan kebijakan pemerintah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

“Pilihan kata yang digunakan mudah dimengerti masyarakat. Itu membuat pesan-pesan pemerintah lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, baik perempuan, pemuda maupun kelompok masyarakat lainnya,” katanya.

Menurut Diana, kematangan kepemimpinan Christian dan Serena tercermin dari semakin terbukanya ruang komunikasi dengan masyarakat serta kemampuan keduanya dalam mengambil keputusan yang tetap berpihak pada kepentingan publik.

“Gaya komunikasi politik mereka sudah baik, interaksi dengan masyarakat juga semakin cair. Keduanya memiliki kharisma kepemimpinan yang terlihat dari kemampuan berkomunikasi dan mengambil keputusan. Karena itu, pelayanan publik pun dinilai semakin membaik,” pungkasnya.

Diana mengingatkan agar berbagai capaian yang telah diraih terus ditingkatkan, terutama dalam memenuhi janji-janji politik dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan di Kota Kupang.

TERKINI
BACA JUGA