Maumere, Ekorantt.com – Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi mendorong para wisudawan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere agar tidak menjadi pencari kerja, melainkan menjadi pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi daerah dan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan melalui program pemberdayaan dan dana kredit usaha rakyat (KUR) melalui lembaga keuangan.
“Manfaatkan itu untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” kata Wabup Simon dalam acara melepas 708 wisudawan di Aula Nawacita Unipa Maumere, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Simon meminta agar tidak semua wisudawan datang kepada dirinya untuk meminta pekerjaan. Bila ada yang datang untuk membuka lapangan pekerjaan, kata dia, pemerintah tentu akan membantu dan memfasilitasinya.
Menurut Simon, Sikka dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kekayaan sumber daya alam dan laut yang belum digarap dengan baik. Ia mencontohkan potensi perikanan dan kelautan yang belum dikelola secara optimal
“Mari bersama-sama pemerintah mengolah potensi tersebut untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Simon menegaskan, tema “Inspiring Change” yang diangkat pada wisuda kali ini bukan sekadar slogan kosong. Tema tersebut memiliki makna mendalam bagi para lulusan yang kini menghadapi era disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan dinamika ekonomi global.
Wabup Simon menyampaikan tiga pesan utama kepada para wisudawan yang agar mampu menjadi agen perubahan nyata di daerah.
Pertama, berkarya dengan keberanian. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus, menurutnya, akan menjadi kekuatan nyata jika berani keluar dari zona nyaman untuk menciptakan solusi atas isu-isu krusial daerah seperti ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, transisi energi terbarukan, hingga digitalisasi UMKM.
Kedua, inovasi untuk menginspirasi. Wabup Simon meminta agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan menjadikan karya mereka sebagai inspirasi bagi masyarakat luas hingga ke pelosok desa di Kabupaten Sikka.
Ketiga, menjaga integritas dan etika di dunia kerja. Dalam momen tersebut, ia juga mengutip pesan dari Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam wisuda Universitas Nusa Nipa Maumere.
“Ijazah adalah bukti hard skill, namun di dunia kerja yang kompetitif, Anda membutuhkan soft skill untuk mencapai puncak sukses,” katanya mengutip pesan Asadoma.
Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen terus membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan dan dunia industri untuk memperluas peningkatan keterampilan serta pelatihan kerja bagi generasi muda.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Berkaryalah, berinovasi, dan menginspirasi lah! Jadilah agen perubahan yang membawa Maumere dan Kabupaten Sikka menuju wajah baru yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” ujar Wabup Simon.













