Senin, 25 Mei 2020

Warga Desa Waibao Antusias Sambut Investor Mente

- Advertisement -

Flores Timur, Ekorantt.com – Beberapa perwakilan warga Desa Waibao dari Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur mendatangi kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Flores Timur, Rabu (8/5) guna menyampaikan syukur dan terimakasih kepada Pemda Flotim yang telah mendatangkan investor mente ke wilayah mereka.

Masyarakat Desa Waibao senang karena investor datang untuk mengolah lahan tidur masyarakat menjadi perkebunan Mente.

Warga Desa Waibao yang mendatangi Kantor Distanak Flores Timur ini adalah tokoh perwakilan dari keempat suku pemilik lahan mente dan perwakilan dari tenaga kerja yang dikelola oleh PT. Tigate Trees Indonesia.

Keempat suku pemilik lahan mente ini yakni Suku Lio, Kelen Raja, Kelen Suku, dan Suku Kelen Tukan.

Kehadiran beberapa tokoh ini diterima oleh Kepala Distanak Flores Timur, Anton Wukak Sogen di ruang kerjanya.

Mateus N. Lio salah satu tokoh masyarakat dari Suku Lio menyampaikan, kehadiran pihak investor dari perusahaan ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat masyarakat petani setempat.

Dikatakannya, sejak PT. Tigate Trees Indonesia mulai beroperasi di desa Waibao 6 bulan lalu, warga setempat telah merasakan dampak langsung dari kehadiran investor ini.

Dampak yang dirasakan tersebut dari sisi ekonomi dan tersedianya lapangan kerja.

“Kami harus bicara jujur bahwa banyak sekali manfaat yang kami rasakan. Kami yang dulu susah sekali dapat uang sekarang kami bisa dapat uang dari perusahaan tempat kami kerja. Kami bisa membiayakan pendidikan sekolah anak-anak kami. Selain itu anak-anak usia kerja yang dulu nganggur kini dapat bekerja sebagai tenaga kerja di perusahaan mente,” ungkap Teus dihadapan Kepala Distanak Flores Timur dan awak media.

Sementara itu, Elias B. Nitit, salah satu tenaga kerja di perusahaan mente PT. Tigate Trees Indonesia mengatakan, kehadiran investor di wilayah Desa Waibao mengurangi resiko konflik sosial dalam masyarakat di Desa Waibao.

Elias mengungkapkan, dengan hadirnya investor warga mendapatkan titik terang tentang kepastian hukum hak atas tanah dan mengurangi tingkat kenakalan remaja di desa Waibao.

Menurutnya pihak perusahaan telah membantu mengurus sertifikat lahan.

Sekarang, lanjutnya, warga sudah mengetahui batas-batas suku secara hukum.

“Di kemudian hari anak cucu kami tidak berkelahi lagi karena sudah tahu batas-batas lahan sukunya sendiri. Lalu, warga usia kerja yang dulunya hanya duduk minum arak dan buat kaco dan keributan sekarang tidak lagi karena mereka sudah sibuk kerja di perusahaan. Kami ucapkan terimakasih kepada Pemda Flotim karena sudah menghadirkan investor untuk berinvestasi di daerah kami,” jelas Nitit.

Flores Timur Butuh Investor
Menanggapi hal ini, Kadis Anton Wukak Sogen mengatakan, Kabupaten Flores Timur sangat membutuhkan investor untuk mengembangkan hasil kekayaan di Flores Timur.

Disampaikannya, usaha Pemda menghadirkan investor ini semata-mata untuk membantu masyarakat memanfaatkan potensi lahan kering yang ada secara optimal.

Menurutnya, sebagian besar petani yang ada di Flores Timur mempunyai kemampuan mengelola lahan hanya sebatas seperempat hektar hingga satu hektar. Masih banyak lahan yang dibiarkan tidur.

Dengan begitu, sambungnya, kehadiran investor sangat membantu untuk mengolah lahan tidur di Flores Timur yang masih banyak.

Ia menambahkan, selain mengolah lahan tidur menjadi bernilai, dampak ikutan dengan hadirnya investor yang akan dirasakan masyarakat antara lain aspek pemberdayaan untuk peningkatan produktivitas hasil mente dan tersedianya pemasaran hasil komoditi masyarakat lokal.

“Pemerintah dan pihak investor bekerja sama memberikan pendidikan dan pelatihan pada masyarakat petani mente. Dari menanam menggunakan biji dan anakan biasa masyarakat diberdayakan dengan teknologi menanam seperti okulasi,” papar Anton.

“Harapannya adalah produktivitas mente lebih meningkat tiap tahun. Target kita 4 atau 5 tahun kedepan akan ada industri pengolahan mente yang dibangun di Flores Timur. Jadi kedepannya tujuan kita itu bahwa nanti Flores Timur tidak saja mengasilkan bahan mentah berupa biji mente tetapi bahan setengah jadi,” imbuh Anton.

Lebih jauh, Anton menjelaskan, hingga saat ini ada 3 investor yang bergerak di bidang pertanian sudah berinvestasi di Flores Timur yakni, investor Mente di Waibao, investor Vanili, dan investor kelapa di Waiwadan.

“Investor bersama-sama dengan Pemerintah Daerah melakukan motifasi dan semangat gairah bertani terhadap petani di Flores Timur, membuka peluang pasar hasil pertanian masyarakat, dan edukasi pemberdayaan teknik bertani yang unggul sehingga ada peningkatan produksi pertanian di Flores Timur. Jadi pemerintah menghadirkan investor ini semata-mata muaranya adalah kesejahteraan para petani di Flores Timur,” tegas Anton.

TERKINI

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Heboh Aksi Penutupan Jalan Negara Berujung Maut, Ini Penjelasan Kades Hikong

Maumere, Ekorantt.com – Aksi penutupan jalan negara Maumere-Larantuka, tepatnya di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka bikin heboh. Ekora NTT berkesempatan mewawancarai Kepala Desa (Kades)...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BACA JUGA

Pemerintah Siap Bantu Mahasiswa Perantauan Asal Flotim

Larantuka, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah menyiapkan anggaran untuk membantu mahasiswa perantauan asal Flores Timur di tengah wabah Covid-19. Bupati Flores Timur,...

Desa Aewora-Ende Terapkan Karantina Terpusat bagi Warga yang Datang dari Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Desa Aewora, Kecamatan Maurole Kabupaten Ende menerapkan karantina terpusat bagi pelaku perjalanan yang datang dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Penerapan...

BNI dan Pelindo Bagi Sembako dan APD untuk Warga Ende

Ende, Ekorantt.com - PT Bank Negara Indonesia Cabang Ende dan PT Pelindo Cabang Ende memberikan bantuan Sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi warga...

Fraksi Nasdem Ende Minta Eks Penumpang Lambelu Harus Diswab

Ende, Ekorantt.com - Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Ende meminta Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ende untuk melakukan swab test seluruh eks penumpang...

Banjir Rendam Pemukiman Hingga Sawah Petani di Aesesa-Nagekeo

Mbay, Ekorantt.com – Akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu belakangan, luapan air merendam sejumlah titik di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tidak hanya...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Plan Indonesia Distribusi 6 Juta Liter Air Bersih di Nagekeo

Mbay, Ekorantt.com - Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat merupakan salah satu langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Karenanya, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia)...

Julie Laiskodat Bagi Sembako di Flotim, Katarina: Terima Kasih

Larantuka, Ekorantt.com - Sebagai bentuk kepedulian di tengah Covid-19, anggota Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan sumbangan paket Sembako kepada...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here