Tiga anak berkebutuhan khusus yang akan berlomba pada tingkat nasional berpose bersama Suster Veronika dan Ibu Heriberta

Maumere Ekora NTT- Tiga siswa berkebutuhan khusus dari panti pendidikan  Bhakti Luhur Maumere bakal mewakili Provinsi NTT ke ajang Gebyar Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) di Bandung pada bulan Agustus dan Oktober 2019.

Sayangnya persiapan keberangkatan tiga anak berkebutuhan khusus ini terancam batal karena pihak sekolah masih kekeurangan dana.

“Tiga anak kami, masing-masing, Fransiskus Nong Romelson, Anastasia A. Adelis dan Servan akan mewakili Provinsi NTT ke tingkat nasional pada lomba melukis dan membuat kerajinan dari bahan dasar berupa percah tenun dan pelepah kelapa.

“Keberhasilan ketiganya pada tingkat provinsi pada Juni 2019 lalu mengantarkan mereka ke tingkat nasional sayangnya saat ini kami masih terkendala pada dana untuk memberangkatkan mereka dan juga guru pendamping,” kata Sr. Veronika Listyaningsih, ALMA, kepala sekolah SLB Bhakti Luhur kepada Ekora NTT pada Rabu, 07 Agustus 2019.

Menurut Suster Veronika, keberhasilan panti pendidikan Bhakti Luhur ini merupakan kali keempat secara berturut-turut setelah tahun-tahun sebelumnya mengukir prestasi yang sama.

Keberhasilan para siswa dari Bhakti Luhur merupakan bukti kesetiaan dari segenap pengajar dan staf yang setia mendampingi. Lebih jauh Suster Veronika mengemukakan bahwa pendampingan kepada para siswa berkebutuhan khusus memang butuh tenaga dan pikiran yang ekstra.

“Harus lebih banyak memahami”, demikian tuturnya.

Kepada Ekora NTT, dirinya kembali mengharapkan adanya uluran dari berbagai pihak secara khusus kepada Pemkab Sikka untuk ikut membantu keberangkatan para peserta didik dari panti Bhakti Luhur dalam ajang di tingkat nasional.

Ia juga meminta kiranya Pemkab Sikka bisa membangun sebuah galeri kecil di panti Bhkati Luhur. Rencanaya galeri ini sebagai tempat menyimpan dan dipajangkannya berbagai karya seni dari para siswa.

Sementara itu wakil kepala sekolah, Heriberta Cornelia Nalu menambahkan keberhasilan yang diraih oleh anak-anak dari Bhakti Luhur Maumere ikut mengharumkan nama kabupaten Sikka.

“Ini bukti bahwa kualitas pendidikan dan curahan perhatian dari lembaga pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus  di Nian Tana ini sangat bagus”, ujar Heriberta.

Untuk diketahui panti pendidikan  Bhakti Luhur Maumere didirikan tahun 2004, dan   bernaung dibawah Yayasan Bhakti Luhur Malang.

Visi sekolah ini adalah nenjadi lembaga pendidikan yang unggul dan kompetitif sehingga mampu mendidik anak berkebutuhan khusus menjadi insan yang beriman, cerdas, terampil dan mandiri dalam suasana kasih persaudaraan.

Jumlah siswa di tahun 2019, SD berjumlah  68 orang, SMP 28 orang dan SMA 16 orang. Yayasan Bhakti Luhur  memiliki sekolah di seluruh Indonesia. Khusus di NTT hanya ada di Maumere dan Atambua.

Yuvenalis Fernandes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here