Teolog Stephen B. Bevans Kunjungi Ledalero: Simposium Internasional 50 Tahun STFK Ledalero di Maumere, Flores

Ledalero, Ekorantt.com – Stephens B. Bevans mengunjungi Ledalero, Flores, NTT.

Kunjungan Teolog Katolik itu dilakukan dalam rangka simposium internasional 50 tahun Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero.

Stephen Bevans akan berbicara di Ledalero sebagai pembicara kunci atau keynote speaker tentang “Pope Francis and Inculturation” atau Paus Fransiskus dan Inkulturasi pada Rabu, 4 September 2019 pada pukul 10.30 – 13.00 WITA.

Dr. John Mansford Prior dan Dr. Leo Kleden akan menanggapi pembicaraan Bevans.

Sementara itu, Drs. Alfonsus Mana, Lic. akan tampil sebagai moderator.

iklan

Selain Bevans, simposium internasional 50 tahun emas STFK Ledalero yang berlangsung pada 4 – 6 September 2019 itu akan menghadirkan para pembicara seperti Superior General SVD Dr. Paul Budi Kleden, Dosen Universitas Katolik Atma Jaya Yeremias Jena, Direktur Vivat Internasional Indonesia Paul Rahmat, Ketua “Indonesian Consortium for Religious Studies/ICRS” Romo Martinus Joko Lelono, Dosen STFK Ledalero Dr. Puplius Meinrad Buru, Dosen Universitas Katolik De La Salle Manado Dr Josef Richard Raco, Dosen STFK Ledalero Dr. Otto Gusti N. Madung, Dosen Universitas Gajah Mada Khanis Suvianita, Dosen STFK Ledalero Emilianus Y.S. Tolo, Jefri S.C., Petrus Tan, dan Rektor “Syarif Hidayatulah State Islamic Jakarta” Prof. Azyumardi Azra.

 Yeremias Jena akan membicarakan “Attention as Condition Sine Qua Non for Caring Relations: Exploring Nel Nodding’s Thoughts on Caring Ethics for an Ethical Life in Indonesia.”

Paul Rahmat berbicara tentang “From Grassroots Initiatives to The Global Forum: VIVAT International-Indonesia Engagement in Combating Trafficking in Person in Indonesia.”

Romo Martinus Joko Lelono berbicara tentang “Compete to Win A Case Study of A Chatolic Charismatic Community.”

Puplius Meinrad Buru berbicara tentang “Menuju Sebuah Teologi Kurban Kontekstual: Membedah Pemahaman Kurban Tradisional dalam Terang Teologi Kontekstual.”

Josef Richard Raco berbicara tentang “Analytical Hierarchy Process in Determining the Dominant Factor of The Strategic Program of the Vicariate Apostolic of Tombulu of the Diocese of Manado.”

Otto Gusti Madung berbicara tentang “Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Indonesia dalam Pusaran Diskursus tentang Kebebasan versus Tanggung Jawab.”

Khanis Suvianita berbicara tentang “The Case of Waria in Maumere: Negotiation and The Practice of Lived Religion.”

Emilianus Y.S. Tolo berbicara tentang “Koperasi dan Reproduksi Kemiskinan di Flores.”

Jefry S.C. berbicara tentang “Hidup Orang Basudara.”

Petrus Tan berbicara tentang “Agama dan Nalar dalam Demokrasi: Berteologi Post-Sekular di Indonesia.”

Prof. Azyumardi Azra berbicara tentang “Revitalisasi Wawasan Kebangsaan (Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika), Pendekatan Pendidikan.”

Seperti diberitakan dalam laman stfkledalero.ac.id, Bevans tiba di Bandar Udara Frans Seda Maumere pada Rabu, 28 Agustus 2019.

Di sana, dia disambut oleh Wakil Ketua I STFK Ledalero Yosef Keladu Koten, SVD, Wakil Ketua II Maxi Manu, para siswa SMK Yohanes XXIII Maumere, dan alumni STFK Ledalero di Maumere.

Alunan musik dan tarian adat para siswa SMK Yohanes XXIII Maumere memeriahkan acara penyambutan tersebut.

Bevans kemudian diantar ke Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero.

Di seminari terbesar di dunia ini, dia diterima oleh Ketua STFK Ledalero Otto Gusti Madung, Rektor Seminari Ledalero Frans Ceunfin, SVD, beberapa dosen, dan para mahasiswa STFK Ledalero.

Stephen B. Bevans adalah seorang Pastor Katolik dalam Tarekat Serikat Sabda Allah atau SVD dari Amerika Serikat.

Dia adalah mahaguru untuk studi sejarah dan doktrin pada “Catholic Theological Union” di Chicago, Amerika Serikat.

Ia juga menjadi ko-editor dari “Serial New Directions in Mission and Evangelization.”

Buku-bukunya yang sudah diterbitkan Penerbit Ledalero antara lain adalah “Model-Model Teologi Kontekstual” (Cet. I, 2002, Cet. II, 2013) dan “Teologi dalam Perspektif Global: Sebuah Pengantar” (2010).

TERKINI
BACA JUGA