Malam Minggu yang Mencekam di Waitiu

Larantuka, Ekorantt.com – Suara gemuruh yang menggelegar datang dari arah pegunungan di Dusun Waitiu, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, pada Sabtu (20/2/2021) malam. Para warga dusun panik dan lari berhamburan menuju tempat yang lebih aman.

“Kami warga di sini lari mencari tempat perlindungan di kapela biara. Sementara ini, tempat yang paling aman untuk berlindung,” ungkap Marni Hurint, Kepala Dusun Waitiu, saat dikonfirmasi Ekora NTT.

Warga Dusun Waitiu menyesaki Kapela Biara Redemptoris CSsR untuk berlindung diri. Mereka berlindung di balik tembok tempat ibadah itu karena dianggap cukup aman.

“Di sini bangunannya beton tinggi dan kuat,” jelas Marni.

Awalnya warga tidak tahu kalau itu bunyi banjir bandang. Dijelaskan Marni, banjir bandang yang menerjang wilayah itu disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut.

iklan

“Bersyukur bahwa banjir bandang tersebut tidak masuk ke wilayah pemukiman,” katanya

Meski demikian, lanjutnya, kewaspadaan warga masih tinggi sebab kemungkinan besar akan terjadi banjir bandang susulan, sebab hujan lebat masih terus mengguyuri wilayah itu.

“Sekarang kami sudah kembali ke rumah masing-masing. Hujan lebat masih turun di sini,” ungkap Marni.

Istimewa

Sementara itu, Yosep Kawen Sogen salah satu petani di Desa Bantala, mengatakan kepada Ekora NTT bahwa banjir bandang yang terjadi menimpa lokasi perkebunan miliknya. Pohon-pohon jati putih di kebunnya ambruk, tertimbun lumpur dan batu.

“Kayu jati putih saya besar-besar semua. Ada juga Mahoni. Sekitar 40 pohon. Rencananya tahun ini saya potong untuk dijual tapi tidak bisa lagi. Harga sepohon itu bisa mencapai 800 ribu rupiah. Kerugian bisa puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Pantauan Ekora NTT, Minggu (21/02/2021) pagi, banjir bandang yang disertai bebatuan besar dan lumpur tersebut menutup akses jalan menuju Desa Bantala.

Warga dan pemuda desa setempat bergotong royong menggunakan alat seadanya untuk membersihkan pasir, bebatuan, dan lumpur yang menutupi badan jalan.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA