Catat! Ini Tanda-tanda Tsunami yang Wajib Anda Diketahui

Mbay, Ekorantt.com – Tsunami merupakan bencana alam yang dipicu oleh beberapa faktor misalnya, gempa bumi, longsor, hantaman meteor maupun aktivitas vulkanik. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi tsunami cukup besar. Oleh karenanya, tanda-tanda tsunami ini wajib dipahami oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.

Tsunami termasuk bencana dengan karakter fast-onset disaster atau jenis bencana dengan proses yang sangat cepat. Terdapat beberapa tanda-tanda peringatan alam yang  terjadi sebelum bencana tsunami menerjang, berikut di antaranya:

Tanah bergetar dan suara gemuruh ombak yang tak biasa

Gempa bumi yang berpusat di dalam laut, atau longsornya permukaan bumi di bawah laut, akan menyebabkan terjadinya underwater disturbance. Pada kekuatan dan kedalaman tertentu kedua peristiwa tersebut dapat memicu tsunami.

Jika Anda berada di dekat laut dan merasakan tanah bergetar atau mendengar suara gemuruh ombak yang tak biasa, yang terdengar keras seperti suara pesawat jet atau kereta, segeralah berlari ke daratan yang lebih tinggi dan hindari lembah atau sungai.

iklan

Air laut mendadak surut

Para ahli melaporkan bahwa tsunami yang mendekat bisa didahului oleh surutnya permukaan air laut secara tiba-tiba. Peristiwa yang tak biasa ini terjadi akibat adanya Megathrust, yakni gerakan naik dari patahan lempeng yang besar yang terdapat di dalam laut.

Misalnya, ketika lempeng samudera bergerak ke bawah, menunjam lempeng benua, dan menimbulkan gempa bumi. Kekuatan dorongan keatas, seperti “kepalan tangan raksasa” yang muncul dari bawah permukaan air laut menyebabkan air bergulir turun dari sisi-sisi “kepalan tangan raksasa” tersebut, menciptakan gelombang besar yang melaju cepat, secepat pesawat terbang.

Gelombang tersebut akan bergerak melintas lautan, meski nyaris tidak terlihat di permukaan. Dan ketika gelombang mencapai air laut dangkal, kekuatan “thrust” dari pergeseran lempeng itu akan mendorong gelombang hingga mencapai puluhan meter ke udara. Segeralah berlari ke dataran yang lebih tinggi jika Anda melihat air laut surut secara cepat dan tiba-tiba.

Binatang dan kemampuan merasakan bahaya yang akan datang

Kepercayaan bahwa hewan memiliki “six sense” telah ada selama berabad-abab. Sebelum gempa bumi terjadi dan ombak raksasa menghantam garis pantai, anjing perliharaan menolak untuk meninggalkan rumah, gajah meniupkan terompet mereka dengan kencang dan berlari ke dataran yang tinggi, kelelawar terbang melarikan diri dan flamingo meninggalkan dataran rendah.

Kemungkinannya adalah hewan memiliki indera yang lebih tajam serta tingkat kesadaran yang lebih besar terhadap lingkungan di sekitar mereka, sehingga hewan lebih cepat bertindak menyelamatkan diri. Penelitian mengatakan bahwa hewan dapat merasakan bahaya yang akan datang, getaran dan perubahan elektromagnetik di atmosfer, yang mungkin bagi manusia diartikan sebagai perubahan alam kecil yang tak berarti.

Keadaan awan lebih gelap

Ciri lain akan terjadi tsunami ialah keadaan awan yang berwarna lebih gelap dan mendung. Apalagi jika dibarengi dengan terjadinya tornado atau angin.

Hal inilah bisa terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis dari dasar lapisan atmosfer bumi, yang dapat menyebabkan daya listrik di awan tertelan oleh gelombang-gelombang lainnya.

Tindakan penyelamatan yang bisa dilakukan menjelang terjadi tsunami

Tak ada yang bisa memprediksi terjadinya tsunami. Namun, jika Anda merasakan atau melihat dan mendengar tanda-tanda yang disebutkan di atas, maka yang perlu Anda lakukan adalah segera memberitahu orang-orang di sekitar Anda, jangan menunggu peringatan tsunami resmi, dan bergegas menyelamatkan diri dengan:

“Menjauhi daerah pesisir laut dan mencari dataran atau bangunan kokoh yang lebih tinggi”. Ingatlah bahwa tsunami merupakan serangkaian gelombang dan gelombang yang pertama mungkin bukan gelombang yang paling mematikan. Bahaya tsunami dapat berlangsung selama berjam-jam setelah datangnya gelombang pertama.

“Menjauhi sungai”. Ombak tsunami bisa bergulir hingga ke sungai dan aliran air lainnya yang mengarah ke laut.

Menyimpan tas persediaan untuk keadaan darurat adalah hal yang penting untuk dilakukan. Isi tas tersebut dengan persediaan obat-obatan, air, baju, serta makanan yang cukup untuk 72 jam. Pastikan juga Anda melengkapi persiapan diri dengan memiliki ansuransi kecelakaan. Tsunami, gempa bumi, badai dan tanah longsor-bencana alam terjadi tanpa diduga-duga.

Level Peringatan Dini Tsunami

Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang. Pada bencana tsunami, ada tiga level peringatan dini yang diberikan kepada masyarakat. Level peringatan dini ini meliputi:

Waspada : Peringatan dini waspada berarti diperkirakan tinggi tsunami yang akan tiba kurang dari 0.5m. Ini merupakan level paling rendah dalam peringatan dini tsunami. Pada peringatan ini, Provinsi/Kabupaten/Kota diimbau segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Siaga : Pada level siaga, diperkirakan tinggi tsunami yang akan tiba antara 0.5 – 3 m. Di level ini, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota diimbau untuk segera mengarahkan masyarakat untuk evakuasi.

Awas : Peringatan dini tsunami dengan level awas berarti diperkirakan tinggi tsunami yang akan tiba melebihi 3 m. Pada kasus ini, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota diimbau untuk segera mengarahkan masyarakat untuk evakuasi secara menyeluruh.

Ian Bala

TERKINI
BACA JUGA