PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah Bertekad Turunkan Angka Stunting

Maumere, Ekorantt.com Pos PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, bertekad untuk menurunkan angka stunting.

Tekad itu muncul setelah Pos PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah ditetapkan sebagai salah satu PAUD Holistik Integratif (HI) oleh Kementerian Koordinator Bidang  Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI pada 25 Agustus 2023 lalu.

“Ketika kami menyandang status PAUD Holistik Integratif merasa bangga, tapi juga menyiratkan tantangan. Kerja keras dan tekad kuat dari pengelola dan pembina di mana dulunya terdapat 30 anak stunting akhirnya menurun,” ujar Pengelola PAUD HI Sayang Anak Nangahure Lembah, Baco Gaebo (59) kepada Ekora NTT saat ditemui, Selasa, 12 Desember 2023.

Didampingi Pelaksana PAUD Irma Sakti, Baco menjelaskan setelah peluncuran sebagai salah satu PAUD Holistik Integratif pihaknya tidak berdiam diri.

Pengelola PAUD HI Sayang Anak Nangahure Lembah terus melakukan sosialisasi terkait penanganan stunting dengan menyasar kepada remaja putri.

“Sasaran utama kepada remaja putri karena jika merasa kurang energi kronis, maka remaja tersebut akan terbawa saat bersuami, hamil dan melahirkan yang berdampak pada anak stunting,” jelas Baco.

Ia mengungkapkan, PAUD HI Sayang Anak Nangahure Lembah memiliki posyandu remaja. Setiap bulan diadakan pertemuan dengan remaja putri.

Pihak PAUD bekerja sama dengan puskesmas setempat. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan bidan. Pengelola PAUD hanya membantu bidan mengunjungi keluarga sasaran dan menyadarkan mereka akan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi.

Kader posyandu teladan nasional 2012 ini menuturkan, untuk mengatasi stunting, Kementerian Kesehatan telah melakukan langkah pencegahan di antaranya menjalankan rekomendasi ‘Isi Piringku’.

“Dalam satu piring maka harus tersedia lengkap mulai dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah- buahan,” sebut Baco.

Baco juga mengungkapkan alasan PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah terpilih sebagai salah satu PAUD HI layanan mandiri.

Baco beralasan karena dalam mengelola PAUD, ia selalu fokus pada empat hak dasar anak yakni hak kelangsungan hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan berpartisipasi.

Sementara itu, Pelaksana PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah Irma Sakti mengaku awalnya ketika mendengar PAUD HI agak bingung karena kegiatan harus menyeluruh, tidak terpisah-pisah.

“Setelah mendapatkan pelatihan dari pusat dan harus melihat secara menyeluruh kesehatan, pendidikan anak dan kerja sama dengan pihak lain baru mulai terang benderang,” katanya.

Irma mengakui dalam pengisian instrumen penilaian masih ada kendala. Salah satunya adalah sarana dan prasarana.

Saat ini, lanjut Irma, terdapat 74 anak PAUD yang dibimbing. Rinciannya; 69 anak PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah dan lima orang anak PAUD Paralel Sayang Anak Pomat.

Terpisah, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderisasi Beragama Warsito mengapresiasi Kabupaten Sikka yang telah menerapkan kebijakan PAUD.

Hal ini disampaikan secara daring pada acara launching pengembangan PAUD HI pada tiga satuan PAUD di Kabupaten Sikka pada Jumat, 25 Agustus 2023 lalu.

Adapun tiga satuan PAUD yang menjadi percontohan layanan PAUD dengan status layanan mandiri adalah TK Negeri Pembina Maumere, Pos PAUD Sayang Anak Nangahure Lembah Wuring dan Kelompok Bermain Flos Carmeli Kewapante.

TERKINI
BACA JUGA