Kreativitas Mahasiswa Unipa Maumere, Biayai Kuliah dari Bisnis Buket Bunga

Ia menekuni bisnis buket sejak tamat SMA tahun 2021 dan saat ini memiliki galeri kecil di rumah. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu oleh temannya bernama Meltin Bude (21).

Maumere, Ekorantt.com – Wilfrida Novratilova A. D. Endini, mahasiswi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere menunjukkan kemandirian melalui usaha bisnis buket.

Novra, begitu ia disapa, mampu membiayai pendidikannya sendiri, bahkan meraup omzet jutaan rupiah setiap momen wisuda dari usaha buket bunga dan boneka.

“Saya jualan ini untuk membiayai uang kuliah sendiri. Dibantu sedikit oleh orangtua,” ujarnya kepada Ekora NTT saat momen wisuda di Kampus Unipa Maumere, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menekuni bisnis buket sejak tamat SMA tahun 2021 dan saat ini memiliki galeri kecil di rumah. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu oleh temannya bernama Meltin Bude (21).

“Kami jual buket bunga, boneka wisuda dan buket uang. Peminat paling banyak buket boneka wisuda dan bisa jadi kenang-kenangan,” ujar anak pertama dari empat bersaudara ini.

Pelanggannya rata-rata merupakan mahasiswa, dan ia rutin melakukan promosi melalui media sosial. Ia biasanya ‘kebanjiran’ pesanan terutama saat momen wisuda berbagai kampus di Maumere.

“Saya mempromosikan usaha melalui Facebook, WhatsApp, TikTok, dan Instragram,” ujar Novra.

Selain momen wisuda, buket ini juga diminati saat ada acara ulang tahun, hari kasih sayang, dan hari guru.

“Kalau momen wisuda kami jualan di kampus. Biasanya sehari bisa dapat Rp1 juta hingga Rp2 juta tergantung berapa banyak buket yang dibawa,” ujar Novra

Harga produknya pun bervariasi, mulai dari Rp35 ribu untuk buket bunga, Rp70 ribu untuk buket boneka wisuda hingga ratusan ribu untuk buket uang.

Ia memesan bahan baku buket secara online dari Surabaya. Proses pembuatannya tidak susah, dalam satu hari, ia bisa menghasilkan 10 buket.

Novra menuturkan, kendala dalam usaha buket adalah lamanya pengiriman ekspedisi. Selain itu, ada pelanggan yang ingin mengubah pesanan setelah buketnya selesai dibuat. Namun, hal itu bukan menjadi masalah dalam usahanya.

Ia mengaku mendapat dukungan dari orangtua dalam menjalankan usahanya. Dan tentu saja kreativitasnya ini tidak mengganggu aktivitas kuliah.

“Orangtua sangat mendukung usaha saya dengan memberikan modal awal. Saya juga mampu membagi waktu antar kuliah dan membuat buket,” kata Novra.

Ia mengajak orang muda agar tidak malu memulai usaha. “Kalau kita punya keahlian, kita harus mengembangkannya,” kata dia.

Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Jonas K.G.D Gobang atau Gery Gobang mengatakan, semangat kewirausahaan mesti dimiliki oleh mahasiswa di kampus yang ia pimpin.

Baginya, keunggulan universitas tidak hanya diukur dari angka statistik semata. Keunggulan sejati universitas terlihat dari kemampuannya membuka masa depan yang lebih baik bagi mahasiswa dan lulusannya.

“Di Unipa, kami sangat memberikan ruang untuk mereka bisa berekspresi. Selain itu, mereka juga bisa berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujar Gery Gobang saat sambutan wisuda Unipa, Sabtu, 9 Mei 2026.

Gery Gobang mengingatkan mahasiswa dan para lulusan agar menggunakan teknologi secara bijak di era digital sekaligus punya daya kreativitas.

“Gunakan ilmu pengetahuan untuk membangun, bukan untuk merusak. Gunakan teknologi untuk kreativitas dan inovasi, bukan untuk hal-hal yang melemahkan masa depan,” ujarnya.

“Jadilah generasi yang mampu berdiri teguh pada nilai religius, nasionalis, disiplin, peduli lingkungan, dan tetap memiliki daya saing Global,” lanjut Gery Gobang.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Nusa Nipa, Sabinus Nabu mengatakan, Unipa sekarang memasuki era rencana induk pengembangan Universitas tahun 2025-2045.

“Dengan visi baru untuk menjadi komunitas ilmiah dan komunitas wirausaha yang berkompeten, berdaya saing di tingkat nasional dan internasional tercapai tahun 2030,” ujarnya.

TERKINI
BACA JUGA