Labuan Bajo, Ekorantt.com – DBS Foundation dan Humanis menyelenggarakan Market Day Manggarai Barat di Pasar Rekas, Desa Kempo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk “Naka Ici One Uma” atau “Kita Rayakan Hasil Kebun” itu dijalankan melalui program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation (Feast!).
Dalam pelaksanaannya, Market Day Manggarai Barat didukung oleh Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi petani peserta Sekolah Lapangan (SL) untuk memperkenalkan hasil kebun dan produk olahan pangan lokal yang bergizi dan beragam kepada masyarakat.
Melalui penjualan secara langsung, petani dapat mempraktikkan keterampilan pemasaran, mendengar tanggapan konsumen, serta menjajaki hubungan dengan calon mitra usaha.
Market Day Manggarai Barat terbuka bagi masyarakat yang ingin berbelanja sekaligus belajar bersama petani.
Selama satu tahun pelaksanaan Feast di Manggarai Barat, petani peserta SL telah mempelajari pertanian cerdas iklim atau Climate-Smart Agriculture (CSA), pendekatan Gender Action Learning System (GALS) dan Financial Action Learning System (FALS), pengelolaan usaha tani, serta gizi keluarga.
Pembelajaran dilakukan melalui praktik di lahan demplot dan mulai diterapkan oleh sebagian petani di kebun pribadi.
Koordinator Nasional KRKP, Said Abdullah berkata, Market Day merupakan langkah yang penting bagi petani untuk menguatkan hasil produksinya dan membuka pasar yang lebih luas.

“Sudah seharusnya Mama dan Bapak yang menanam adalah yang menerima hasil terbesar dari upaya yang setiap hari dilakukan,” kata Said.
Selain penerapan pertanian cerdas iklim, petani SL telah memperoleh pendampingan terkait perencanaan usaha tani melalui pendekatan Financial Action Learning System (FALS).
Market Day, kata Said, merupakan salah satu bentuk praktik dari rencana usaha tani yang dibuat secara individu melalui aktualisasi kelompok SL.
Ia bilang, kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan proses pembelajaran di SL dengan pengalaman usaha secara langsung.
Petani dapat mengenali kebutuhan konsumen, mempraktikkan cara penyajian produk, serta menggunakan pengalaman penjualan sebagai bahan untuk merencanakan pemasaran berikutnya.
Said berharap peluang pendapatan yang berkembang turut mendukung kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan yang beragam dan bergizi.
Terdapat tiga zona yang bisa dikunjungi pengunjung di antaranya; Lapak Tani, La’bak, dan Kelas Terampil Petani.
Melalui Lapak Tani, kata Said, pengunjung dapat membeli hasil kebun dan produk olahan pangan lokal dari petani peserta SL.
Setiap stan menampilkan informasi mengenai produk, harga, asal desa atau kelompok, serta keunggulan yang ingin diperkenalkan kepada pembeli.
Interaksi di lapak juga menjadi kesempatan bagi petani untuk menceritakan proses budi daya dan praktik pertanian yang mereka terapkan.
Di sisi lain, lanjut Said, petani akan berlatih melayani pembeli, menawarkan produk, dan mencatat transaksi dengan pendampingan Village Champion.
Market Day turut menghadirkan La’bak atau lumbung pangan, sebuah ruang edukasi untuk mengenalkan Sekolah Lapang, nilai gizi ragam pangan lokal alternatif, dan pertanian berkelanjutan kepada pengunjung.
Di ruang ini, petani dampingan akan berbagi pengetahuan melalui workshop pembuatan pupuk bokashi dan pestisida nabati.
La’bak diharapkan juga dapat menjadi ruang belajar antara petani dan stakeholder lainnya.
“Mama rasa bangga dan senang. Kami bisa menjual hasil olahan pangan yang dibuat sendiri bersama kelompok,” kata Mama Valencia, petani dampingan dari SL Kelompok Maju Bersama, Desa Kempo.
Valencia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti dan terus dilanjutkan. “Harapannya kelompok bisa berkembang lagi setelah mengikuti Market Day,” imbuh Mama Fransiana Sulastri, dari kelompok yang sama.
Penerapan pertanian cerdas iklim menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Melalui lahan yang dikelola sendiri, petani dapat mengembangkan sumber pangan sekaligus memanfaatkan hasil usaha tani untuk mendukung kebutuhan rumah tangga.
“Market Day menjadi motivasi bagi kami, Pemerintah Desa, untuk terus memberikan pembenahan, khususnya bagaimana memperkuat pangan yang ada di desa secara lintas sektor,” ungkap Herman H. Angguno, Kepala Desa Kempo.
Camat Mbeliling, Yohanes Hibur mengatakan, kegiatan Market Day menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung dan mendorong penguatan kapasitas petani dan pelaku UMKM di des
“Pemerintah Kecamatan Mbeliling menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk program Feast! karena telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting ini,” kata Yohanes saat membuka kegiatan Market Day.
Keterlibatan petani sebagai fasilitator memberi ruang bagi pengalaman dari kebun untuk dibagikan kepada masyarakat.
Petani dapat berinteraksi langsung dengan calon pembeli, mengenalkan bahan dan proses pembuatannya, serta mempelajari praktik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lahan masing-masing.
Tidak hanya itu, untuk memperkuat keterampilan usaha, kelas terampil petani akan menghadirkan sesi “mengenal produkku dan pembeliku” serta sesi “harga jual yang pas”.
Kegiatan dilaksanakan secara luring-daring dengan narasumber dari Tim DBS Foundation.
Pembelajaran mencakup pengenalan calon pembeli, penentuan harga jual, penyusunan pesan promosi, penyajian produk, serta pemanfaatan media sosial dan kanal digital.
Petani juga diajak melihat peluang keterhubungan produk pangan lokal dengan sektor pariwisata di Manggarai Barat, termasuk melalui jejaring dengan tempat makan, penyedia akomodasi, dan pelaku usaha wisata.
Market Day “Naka Ici One Uma” mengajak masyarakat untuk merayakan hasil kebun dengan berbelanja, mengenal petani yang memproduksinya, dan mempelajari proses di balik pangan sehari-hari.
Dukungan terhadap produk lokal diharapkan membuka hubungan pasar yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga petani di Manggarai Barat.













