Senin, 25 Mei 2020

Dewan Minta Pemprov NTT Prioritaskan Anggaran untuk Penanganan Covid-19

- Advertisement -

Kupang, Ekorantt.com – Upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk mengalokasikan Rp600 miliar dari total Rp800 miliar untuk pemberdayaan ekonomi akibat dari dampak Covid-19 di NTT mendapat penolakan dari DPRD NTT.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Ince Sayuna meminta Pemerintah Provinsi NTT memprioritaskan anggaran sebesar Rp800 miliar lebih untuk penanganan Covid-19 di Provinsi NTT bukan pada pemberdayaan ekonomi.

Pasalnya, saat ini telah banyak kebijakan atau bantuan keuangan dari pemerintah pusat maupun daerah untuk penanganan dampak ekonomi akibat virus corona ini misalnya, relaksasi kredit, bantuan kementrian keuangan, BLT, dan bantuan dari PKH Kemensos.

“Jadi kita minta itu distribusi akumulasi dari anggaran sebesar Rp800 miliar lebih itu jangan lebih banyak pada pemberdayaan ekonomi. Jadi dewan minta supaya harus difokuskan pada penanganan Covid. Realokasikan segera untuk 60 persen penanganan covid dan 40 persen pemberdayaan ekonomi,” ujar Ince kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Menurut Ince, penanganan Covid-19 di NTT dengan jumlah pasien positif yang kian hari semakin bertambah butuh alokasi anggaran yang lebih.

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah kembali mengkaji ulang anggaran sebesar 70 persen pemberdayaan ekonomi dari Rp800 miliar agar dialokasikan lebih pada penaganan Covid-19.

Ince menjelaskan, penanganan Covid-19 di NTT yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mengalokasikan dana yang cukup kepada masyarakat untuk melakukan tes secara mandiri. Harus ada alokasi anggaran khusus bagi tenaga medis (dokter dan perawat) yang menangani pasien.

“Kita minta juga ada dana subsidi dari pemerintah untuk masyarakat kurang mampu atau terdampak covid yang punya kesadaran sendiri ingin melakukan tes covid secara mandiri. Ada dana insentif khusus lebih kepada perawat atau dokter yang menangani pasien,” tegas Ince.

Hal lainnya, kata Ince, yakni pemberian APD kepada masyarakat berupa masker dan hand sannitizer. Pemberian APD ini harus dibagi dan dimulai dari puskesmas-puskesmas. Untuk pemberian APD ini, pemerintah provinsi harus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan masyarakat tidak susah mendapatkan APD.

“Pemerintah harus memastikan masyarakat mendapatkan APD di puskesmas-puskesmas. Jangan hanya pembagian di perkotaan saja tapi juga sampai di puskesmas-puskemas yang ada di desa,” ujarnya.

Dengan jumlah pasien yang kian hari semakin meningkat, dewan, kata ince berharap pemerintah melakukan pemeriksaan massal kepada masyarakat dengan cara mengaktifkan puskesmas-puskesmas untuk mengambil sampel masyarakat untuk selanjutnya diperiksa di Laboratorium milik RSUD Johanes Kupang.

“Kita kan sudah punya alat tes sendiri di Kupang. Jadi tes itu sudah bisa dimulai dari puskesmas-puskesmas untuk masyarakat yang mau periksa secara mandiri,” pungkasnya.

Kontributor: Patrick Padeng

TERKINI

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Heboh Aksi Penutupan Jalan Negara Berujung Maut, Ini Penjelasan Kades Hikong

Maumere, Ekorantt.com – Aksi penutupan jalan negara Maumere-Larantuka, tepatnya di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka bikin heboh. Ekora NTT berkesempatan mewawancarai Kepala Desa (Kades)...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BACA JUGA

Tambah 2 Kasus Positif Covid-19, 3 Kecamatan di Ende Masuk Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Dua kasus baru Covid-19 di Kabupaten Ende dari klaster Magetan menambah jumlah kasus positif di Kabupaten Ende menjadi 6 kasus. Berdasarkan rilis...

Persekutuan Ebenhaezer Jakarta Bantu APD untuk Pemkab Ende

Ende, Ekoranntt.com – Persekutuan Ebenhaezer Jakarta menunjukkan aksi kemanusiaan dengan membantu langkah Pemkab Ende dalam menangani badai Covid-19. Persekutuan Ebenhaezer Jakarta memberikan paket Bantuan berupa...

Setia Menjaga Perbatasan

Maumere, Ekorantt.com - Pandemik Covid-19 telah melanda lebih dari 200 negara di dunia termasuk Indonesia. Sejumlah upaya telah dan sedang dikerjakan untuk mengobati dan...

Desa Aewora-Ende Terapkan Karantina Terpusat bagi Warga yang Datang dari Zona Merah

Ende, Ekorantt.com - Pemerintah Desa Aewora, Kecamatan Maurole Kabupaten Ende menerapkan karantina terpusat bagi pelaku perjalanan yang datang dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Penerapan...

Banjir Rendam Pemukiman Hingga Sawah Petani di Aesesa-Nagekeo

Mbay, Ekorantt.com – Akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu belakangan, luapan air merendam sejumlah titik di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tidak hanya...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Kodim Ende akan Buka Jalan Baru di Pantai Selatan

Ende, Ekorantt.com - Kodim 1602 Ende akan membuka akses jalan baru di wilayah pantai selatan Kabupaten Ende, tepatnya jalur Reka Kekasewa. Pembangunan Jalan baru sepanjang...

Tekan Angka Stunting, Desa Langkas Produksi Susu Kedelai

Ruteng, Ekorantt.com – Dalam rangka menekan angka stunting,  Pemerintah Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Yayasan Ayo...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here