Yayasan Steyler Mission, Jerman, Sumbang 30 Unit Panel Solar Sel untuk Warga Wukir, Manggarai Timur

Borong, Ekorantt.com – Yayasan Steyler Mission, menyalurkan 30 unit panel solar sel untuk membantu warga Wukir, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Bantuan ini merupakan hasil kerja sama Yayasan H.+W. Winkler dengan Yayasan Steyler Mission milik biara SVD yang berpusat di St. Augustin, Jerman.

Bantuan tersebut atas upaya Pater Agateus Ngala, SVD bersama salah seorang warga Wukir, Ferdinandus Rondong.

Pater Agateus asal Wukir  yang kini bertugas di Jerman “mengetuk hati” penderma melalui proposal pengadaan panel solar sel yang diajukan oleh Ferdinandus.

Menurut Pater Agateus, proposal pengadaan panel solar sel ini juga mendukung program yang dikampanyekan secara internasional oleh Serikat Sabda Allah (SVD) melalui komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC), seperti pemanfaatan tenaga matahari bagi kebutuhan harian masyarakat yang minus polusi.

“Dari Proposal yang diajukan tersebut, kita mendapat suntikan dana sebanyak 26.399 Euro atau 435 juta rupiah untuk pengadaan tenaga surya ini. Dana itu seluruhnya dipergunakan untuk pengadaan 30-unit panel solar sel,” katanya.

Ferdinandus mengatakan, satu paket panel solar sel terdiri dari dua unit modul surya 100Wp, dua unit aki kering VRLA 12v 100Ah, satu unit Inverter Luminous Eco Volt 1500VA, satu unit solar charge controller 20A, Bracket penyangga panel dan satu set kotak bateri, satu set kabel 30 meter dan Lampu 12 watt sebanyak sepuluh unit.

“Pengadaan barang ini, seluruhnya, kita pesan langsung di perusahaan panel solar sel di Surabaya”, bebernya.

Ia menjelaskan, selain bantuan dari Jerman, ada juga kontribusi lokal dari keluarga atau komunitas yang mendapat bantuan ini, sebesar tiga juta rupiah, yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya teknisi khusus dari Surabaya untuk pemasangan dan pelatihan tenaga lokal.

Sejumlah panel solar sel tersebut tiba di Wukir pada Jumat, 30 April 2021 dan disambut secara adat Manggarai yakni kapung. Kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan oleh Pastor Paroki Wukir, Rm. Stanislaus Kamput, Pr.

Setelah dikuatkan dengan berkat Ilahi, 30 unit panel solar sel diserahkan untuk selanjutnya dipasang oleh teknisi ke 30 perumahan/komunitas yang menjadi sasaran.

Melkior Jalang, salah satu penerima bantuan ini, mengatakan, “Baru kini kami merasakan sungguh-sungguh apa artinya dari gelap terbitlah terang!”

Mewakili 30 keluarga penerima bantuan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada donatur dan pihak yang terlibat mendatangkan bantuan solar sel tersebut.

“Kami hanya mengucapkan terima kasih, dan sisanya Tuhan yang akan membalasnya,” tutupnya.

 

Rosis Adir

TERKINI
BACA JUGA