Larantuka, Ekorantt.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik tetap stabil selama perayaan Idul Fitri dan Semana Santa atau tradisi Paskah umat Katolik di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka, Adipati Arya, menjelaskan pihaknya mengerahkan 55 personel beserta genset ke sejumlah titik demi menjamin kelancaran selama perayaan terhadap dua umat beragama yang hidup harmonis dan penuh toleransi tersebut.
“Kita menjamin seluruh prosesi berjalan khusyuk tanpa khawatir listrik padam,” ujarnya kepada awak media di Larantuka pada Rabu, 11 Maret 2026.
Arya menuturkan satu unit genset berkapasitas 40 kilovolt ampere (KVA) disiapkan untuk Gereja Katedral Reinha Rosari hingga masjid di dalam wilayah kota Larantuka.
Tak hanya itu, perangkat penyedia cadangan listrik (UPS) berkapasitas 40 KVA juga telah disediakan ke Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana. Sementara tempat ibadah di sekitarnya disiapkan genset kecil dengan daya 8,5 KW.
“PLN juga menempatkan empat unit genset 8,5 KW di titik-titik lokasi yang sudah ditentukan di rumah-rumah ibadat,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa personelnya tetap berjaga selama 24 jam. Sebanyak 30 personel lokal akan berjaga selama masa siaga akan dibagi sesuai kebutuhan agar pengamanan listrik tetap berjalan maksimal.
PLN ULP Larantuka juga mendapat dukungan dari UP3 Flores Bagian Timur yang berkantor di Maumere. Ada 15 personel tambahan ikut dikerahkan sehingga total yang ada mencapai 55 orang.
Selain penyediaan genset, jelas Arya, PLN pun melakukan langkah preventif dengan memangkas pohon-pohon yang mendekati jaringan listrik agar tidak mengganggu pasokan listrik.
PLN menyediakan tim pemeliharaan yang siaga 24 jam penuh. Terdapat empat tim korektif yang siap bekerja kapan saja jika terjadi gangguan.
Arya meminta masyarakat agar melaporkan ke petugas jika terdapat pohon atau jaringan listrik yang berpotensi mengalami gangguan. Laporan bisa disampaikan melalui layanan PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile.
Masyarakat berharap PLN konsisten menyediakan pasokan listrik untuk perayaan keagamaan dan kebutuhan sehari-hari di rumah. Usaha masyarakat kecil bergantung sekali dengan listrik.
Di musim hujan saat ini membuat listrik sering mengalami gangguan. Pemadaman secara mendadak diumumkan oleh pihak PLN dengan durasi enam jam. Banyak pohon besar yang tumbang lalu merusak kabel listrik.
“Semoga listrik kita semakin bagus, memang kita juga memaklumi sekarang cuaca sedang buruk, banyak pohon tumbang lalu timpal kabel listrik,” kata Yohanes Nandri Bean (30), warga setempat.
Paul Kabelen












