CU Florette Komit Kembangkan Ekonomi Anggota secara Inklusif

Kampul menyadari kelompok penyandang disabilitas kerap mengalami kesulitan memperoleh modal untuk membuka usaha. Karena itu, Florette memudahkan mereka mengakses pinjaman ke koperasi kredit.

Ruteng, Ekorantt.com – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Florette berkomitmen memajukan ekonomi anggotanya secara inklusif, termasuk penyandang disabilitas.

“Karena memang tujuan koperasi kita adalah anggotanya tidak boleh ada sekat,” kata Ketua Ketua Pengurus CU Florette, Florianus Kampul saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXIV di Aula Asumpta Katedral Ruteng pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Kampul mengatakan, setiap anggota diberikan kebebasan dan pelayanan yang sama, tak terkecuali penyandang disabilitas. Karena itu, Florette hadir memberikan akses modal bagi mereka.

“Mereka meminjam, habis itu membuka usaha kecil mereka,” ungkapnya.

Kampul menyadari kelompok penyandang disabilitas kerap mengalami kesulitan memperoleh modal untuk membuka usaha. Karena itu, Florette memudahkan mereka mengakses pinjaman ke koperasi kredit.

“Melalui usahanya, mereka bisa mendatangkan manfaat dan keuntungannya dari usaha yang geluti,” ujarnya.

Selama ini, Florette telah membangun kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia, sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Umumnya, yayasan ini bekerja untuk mendampingi kelompok rentan.

“Kerja sama itu kami mengedukasi anggota disabilitas untuk mengembangkan usaha mereka di tengah keterbatasan yang mereka miliki,” tuturnya.

Dengan menggandeng Yayasan Ayo Indonesia, penyandang disabilitas diberikan pendidikan dan pelatihan wirausaha. Setelah mendapatkan pembekalan, anggota penyandang disabilitas dapat mengakses pinjaman modal ke Florette.

“Dengan hadirnya teman-teman disabilitas itu artinya kami di Florete akan menambah semangat bahwa disabilitas luar biasa bisa berusaha,” terang Kampul.

Kampul menambahkan, pelayanan yang diberikan selama ini terus diupayakan agar lebih ramah terhadap disabilitas. Kehadiran anggota disabilitas justru menjadi pelajaran bagi pengurus dan manajemen Florette untuk berkomunikasi dengan mereka.

“Dalam perjalanan waktu, kami justru bisa berkomunikasi dengan mereka (penyandang disabilitas),” tuturnya.

“Dari perlahan-lahan juga kami diajari bagaimana cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.”

Flori mengaku Florette pernah diundang oleh sebuah komunitas penyandang disabilitas di suatu forum. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya banyak menerima pemikiran tentang perjalanan Florette ke depan dalam memberdayakan penyandang disabilitas yang berdampak pada peningkatan ekonomi mereka.

Hingga kini, Florette memiliki 32 anggota penyandang disabilitas. “Jadi kita tidak berhenti di jumlah itu. Florette terbuka untuk semua, terutama penyandang disabilitas.”

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai, Frederikus Inasio Jenarut berkata, “inklusif berarti tidak pilih kasih.”

Selain menjadi mesin penggerak ekonomi di Manggarai, kata dia, Florette sudah cukup peduli dengan penyandang disabilitas. Pemerintah pun menyambut baik hal tersebut.

“Mereka harus ditempatkan pada posisi yang baik.”

Yang dimaksud inklusif, menurutnya, bukan sekadar keterlibatan 32 penyandang disabilitas sebagai anggota, melainkan cara pelayanan yang ramah disabilitas.

“32 anggota ini ikut dalam program KUBIK (Kelompok Usaha dan Bisnis Inklusif). Di situ mereka adalah usahawan muda,” ungkapnya.

Program ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas agar bisa berwirausaha dan mandiri secara ekonomi.

TERKINI
BACA JUGA