Proyek Jalan Huntap Lewotobi Ditargetkan Rampung Tepat Waktu

Menurutnya, waktu pengerjaan hingga enam bulan ke depan masih memungkinkan untuk menyelesaikan setiap tahapan.

Larantuka, Ekorantt.com Proyek jalan ke lokasi hunian tetap (Huntap) penyintas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang mulai dikerjakan sejak dua bulan lalu ditargetkan rampung tepat waktu.

Proyek sepanjang 10,25 kilometer yang bersumber dari APBN senilai Rp38,5 miliar itu dikerjakan PT Dewi Graha Indah dengan konsultan pengawas PT Secon Dwitunggal Putra (KSO).

Team Leader Konsultan Pengawas PT Secon Dwitunggal Putra, Rahmat Saleh mengatakan, sejak Januari sampai Maret 2026 baru mencapai 13,34 persen, sementara target 17 persen.

“Kita masih minus ada tiga persen lebih, tetapi masih dalam on schedule,” katanya, Sabtu, 14 Maret 2026 siang.

Menurutnya, waktu pengerjaan hingga enam bulan ke depan masih memungkinkan untuk menyelesaikan setiap tahapan. Ketersediaan sarana prasarana hingga tenaga kerja diklaim memadai.

Manajer Proyek PT Dewi Graha Indah, Hengky Leong, mengatakan saat ini sedang dilakukan pekerjaan minor, meliputi pemasangan dinding batu, pengerjaan tiga titik plat deker, boks culvert jalan, dan timbunan badan jalan.

Sejumlah 21 unit dump truck setiap hari bergerak mengangkut material dari Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, kurang lebih dua kilometer dari proyek yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang tersebut.

Hengky optimistis pekerjaan bisa selesai sesuai kalender kerja yang berakhir pada 12 September mendatang. Demi percepatan dengan ketersediaan material, pihaknya juga melibatkan kontraktor lokal dari PT Feva Indenesia dan SAP.

Hengky menuturkan pengerjaan agregat B atau material berbahan campuran batu pecah, kerikil dan pasir sebagai lapisan fondasi jalan mulai dilaksanakan setelah lebaran.

“Kita pastikan selesai sesuai dengan schedule yang ada, pak,” tuturnya.

Ia berkata, pengaspalan jalan dengan lebar lima meter sedianya dimulai pada akhir April dengan target pertama sepanjang dua kilometer.

Pihaknya mengerahkan dua unit ekskavator, dua quarry, satu greder, dan satu wipro untuk mempercepat sekaligus mempermudah pekerjaan konstruksi.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA