Pertamina Siapkan Mitigasi Cegah Kelangkaan Elpiji di Manggarai

Tak hanya mengecek ke lapangan, Pertamina Patra Niaga juga akan menyusun mitigasi lanjutan di balik kelangkaan elpiji di wilayah Manggarai.

Ruteng, Ekorantt.com – Pertamina Patra Niaga bakal melakukan pengecekan pasokan sebagai respons atas kelangkaan gas elpiji di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya mengecek ke lapangan, Pertamina Patra Niaga juga akan menyusun mitigasi lanjutan di balik kelangkaan elpiji di wilayah Manggarai.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi mengatakan, pertamina berkomitmen agar pasokan dan distribusi elpiji di wilayah NTT semakin lancar.

“Pasokan elpiji NTT saat ini masih disuplai dari Kota Surabaya. Pekan lalu, sebagai tindak lanjut arahan Mabes Polri, dilaksanakan penertiban dan pengawasan potensi penyalahgunaan elpiji, termasuk pemeriksaan kepada angkutan ekspedisi,” jelas Ahad dalam keterangan yang diterima Ekora NTT pada Selasa, 12 Mei 2026.

Menurutnya, hal ini kemudian berimbas pada kendala pemuatan kontainer elpiji di Pelabuhan Surabaya selama 4-5 hari karena adanya penertiban oleh Polda Jatim.

Ia menambahkan, sebagai mitigasi lebih lanjut, Pertamina telah mendorong percepatan suplai elpiji ke seluruh wilayah NTT.

Pada periode penyaluran 12-19 Mei 2026 sudah dijadwalkan pengiriman elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT mencapai 14 ribu tabung dengan variasi 5.5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram.

Dengan adanya jadwal suplai ini, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan elpiji masyarakat di seluruh wilayah NTT.

“Kemudian, masyarakat diimbau untuk melakukan pembelian di agen atau outlet Pertamina sebagai perpanjangan tangan agen untuk mendapatkan harga yang tentunya lebih terjangkau dibandingkan pembelian di level pengecer,” tuturnya Ahad.

Ia mengatakan, Pertamina telah berkoordinasi dengan Agen untuk melayani outlet dan masyarakat sesuai ketentuan dengan harga jual wajar.

“Pertamina selalu berupaya menjaga ketahanan stok LPG agar tersedia dan berkoordinasi dengan pihak terkait upaya distribusi bisa tepat waktu dan selalu tersedia untuk masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Korwil Manggarai, Ansgariana Yetri Indriyanti berkata, kelangkaan elpiji berukuran 12 kilogram sudah mulai berdampak serius terhadap operasional dapur SPPG di wilayahnya.

Ia menyebut, kondisi tersebut menyebabkan aktivitas sejumlah SPPG terpaksa diberhentikan sementara.

“Kondisi ini akibat sulitnya memperoleh pasokan gas,” kata Indriyanti pada Senin lalu.

Ia berkata, keterbatasan pasokan gas sangat memengaruhi aktivitas dapur, terutama dalam proses memasak dan penyediaan kebutuhan operasional harian.

Akibatnya, beberapa SPPG terpaksa menghentikan sementara kegiatan operasional sambil menunggu ketersediaan pasokan elpiji kembali normal.

“Selain menjaga kestabilan pasokan, pengawasan terhadap distribusi dan harga juga dinilai penting guna mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga di tengah masyarakat,” ucapnya.

TERKINI
BACA JUGA