Pemkot Kupang Benahi Infrastruktur Jalan Perkuat Akses Layanan Warga Kupang

Kupang, Ekorantt.com – Pemerintah Kota Kupang terus membenahi infrastruktur jalan untuk memastikan masyarakat lebih mudah menjangkau berbagai layanan publik dan menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, pusat ekonomi hingga kawasan permukiman.

Pembangunan jalan ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pelayanan kepada masyarakat, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Perhatian Pak Wali tetap pada infrastruktur, khususnya jalan dan air minum. Beliau terus melakukan lobi dan pertemuan untuk mendapatkan bantuan, baik melalui dana hibah maupun sumber lainnya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan, saat diwawancarai Ekora NTT di ruang kerjanya, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Maxi, infrastruktur jalan tidak hanya menyangkut kondisi fisik ruas jalan, tetapi berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan kelancaran akses terhadap berbagai layanan.

Karena itu, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan meski kebutuhan penanganan jaringan jalan Kota Kupang jauh lebih besar dibanding kemampuan anggaran daerah.

Maxi mengatakan pemerintah juga terus mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun sumber lainnya untuk memperluas penanganan infrastruktur.

Untuk program pembangunan jalan 2027, pihaknya masih menunggu hasil pembahasan dan penetapan anggaran sehingga besaran alokasi dan ruas yang akan ditangani belum dapat dipastikan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang, Yohanes Puu mengatakan, sekitar Rp65 miliar dialokasikan pada 2026 untuk pekerjaan konstruksi jalan, meliputi lapen, hotmix, dan beton.

“Rata-rata progres untuk semua jenis program sudah 90 sampai 99 persen. Tinggal sedikit dan kita pastikan dalam bulan September ini selesai 100 persen,” katanya.

Yohanes menjelaskan, konstruksi beton mendapat alokasi sekitar Rp13 miliar, sementara pekerjaan konstruksi lainnya mendapat porsi sesuai program dan kebutuhan penanganan ruas jalan.

Selain pembangunan, Dinas PUPR melakukan pemeliharaan rutin pada ruas jalan yang mengalami kerusakan. Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan agar anggaran dapat diarahkan ke titik yang paling membutuhkan.

“Kalau pemeliharaan rutin, kita tangani lubang-lubang yang rusak berat. Jadi tidak seluruh badan jalan kita aspal sekaligus. Yang kondisinya masih baik tidak kita tangani,” ujarnya.

Menurut Yohanes, hampir seluruh kelurahan di Kota Kupang telah mendapat intervensi pembangunan maupun pemeliharaan jalan. Namun, seluruh jaringan jalan belum dapat ditangani sekaligus karena membutuhkan anggaran yang sangat besar.

“Kalau kita mau bangun semua jalan dalam satu kota sekaligus, anggarannya bisa ratusan miliar. Karena itu kita fokus juga ke daerah perkembangan permukiman, terutama ke arah atas yang sekarang mulai banyak pembukaan jalan baru,” katanya. (Adv)

TERKINI
BACA JUGA