Ruteng, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai mengalokasi dana senilai Rp1,4 miliar untuk rehabilitasi drainase pada sejumlah titik di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus mengurangi risiko genangan air saat musim hujan.
Kegiatan fisik ini dibiayai melalui pinjaman daerah di Bank NTT sebesar Rp1.433.294.289 pada tahun anggaran 2026. Pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Kepala Dinas PUPR Manggarai, Epit Turut melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sipri Bongso berkata, kegiatan rehabilitasi sistem drainase perkotaan yang bersumber dari dana pinjaman, saat ini sedang berlangsung.
Ia berkata, satu paket kegiatan fisik dari bidang Cipta Karya Dinas PUPR Manggarai itu menyebar di sejumlah titik dalam wilayah kota Ruteng, yaitu wilayah Waso, Konggang, Wae Palo, Pasar Puni, Tenda, dan Pitak.
Proyek dikontrak pada 2 September 2026 dengan waktu pelaksanaannya selama 190 hari kalender atau selesai Desember 2026.
Kontraktor pelaksananya, CV. Multi Material dan konsultan pengawas, CV. Tika Kreatif Desain Konsultan.
Sipri bilang, awalnya pekerjaan rehab saluran drainase menyebar di delapan titik, namun ada perubahan dan dilakukan Contract Change Order (CCO).
“Termasuk nanti kita ada kerja rehab drainase di Pasar Inpres, tapi nanti akan disesuaikan dengan volume yang ada,” ujar Sipri kepada awak media di Ruteng pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Sipri berkata, progres proyek terlambat karena langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun untuk material sudah on site. Jika cuaca mendukung, proyek ini bisa tuntas sesuai kontrak.
“Kalau material, khususnya pasir diambil dari wilayah Bondo, Kabupaten Manggarai Timur. Terkait papa informasi paket proyek rehabilitasi drainase ini, dipajang pada satu titik. Seperti kita lihat, papan informasi itu ditempatkan di titik kerja wilayah Konggang,” kata Sipri.
Sipri yang juga menjabat Kepala Bidang Cipta Karya mengatakan, selain rehabilitasi, pemerintah mengalokasikan anggaran APBD 2026 untuk pembangunan enam paket drainase baru di sejumlah wilayah Kecamatan Langke Rembong.
“Enam paket pembangunan baru ini melalui sistem pengadaan langsung (PL), yakni dua paket di wilayah Nekang, Satu paket di Carep, Leda, Ngali Leok, dan wilayah Pitak. Jadi tahun ini kita ada enam paket PL dan satu paket yang tender,” tutup Sipri.













