Bajawa, Ekorantt.com – Bupati Ngada Andreas Paru menegaskan bahwa terdapat ketentuan dan persyaratan khusus dalam pengisian lowongan jabatan struktural di wilayah Kabupaten Ngada. Adapun 151 jabatan eselon II sampai dengan eselon IV yang hingga saat ini masih kosong.
Terhadap kekosongan itu, Bupati Andreas berkomitmen mengedepankan kompetensi pegawai, bukan karena faktor keluarga atau kerabat. Ia menegaskan, komitmen itu dilakukan untuk mendukung visi dan misi serta program Tanta Nela Paris yang dicanangkan selama ini.
Bupati mengatakan hal ini dihadapan sejumlah Pimpinan SKPD saat tatap muka di Aula Setda Ngada pada Selasa (02/03/2021).
“Berkaitan dengan pengisian jabatan tersebut saya berkomitmen mengedepankan profesionalisme dan kompetensi,”katanya.
Menurutnya, dalam pengisian jabatan di Lingkup Pemkab Ngada segala kepentingan yang berbau keluarga dan politik termasuk tim sukses akan ditinggalkan. Sehingga, ia harapkan ASN yang benar-benar memiliki kompetensi untuk mencapai kebutuhan masyarakat sesuai dengan program pemerintah.
“Selain itu, persyaratan kepangakatan, prestasi dan masa kerja menjadi pertimbangan utama bagi ASN untuk menduduki jabatan. Dan persyaratan lain tidak kalah pentingnya adalah kemampuan para ASN untuk menerjemahkan apa yang menjadi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati melalui program Tanta Nela Paris,”tegasnya.
Dengan itu, Andreas berpesa agar para ASN dapat menyesuaikan irama dan pola kepemimpinan AP-RB. Irama kepemimpinan tak terlepas dari sikap keteladanan, integritas dan inovasi. Ketiga hal ini dapat diterjemahkan secara baik untuk Kabupaten Ngada kedepan lebih berubah, mandiri dan sejahtera.
“Nah, tiga kata kunci itu harus melekat pada setiap pegawai ASN, untuk kemajuan daerah kita ini,”tegas Bupati Andreas.
Belmin Radho













