PIP Versi Daerah di Ngada Sasar 2.707 Siswa, Orang Tua: Merasa Terbantu

Ia mengatakan PIP versi daerah merupakan komitmen pemerintah daerah mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak, dengan besaran bantuan disetarakan dengan PIP besutan pemerintah pusat.

Bajawa, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Ngada menyalurkan bantuan beasiswa bagi 2.707 siswa yang tersebar di 12 kecamatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.

Beasiswa ini masuk dalam program prioritas bupati dan wakil bupati Ngada dengan nama Program Indonesia Pintar (PIP) versi daerah.

“Bantuan ini adalah janji kami. Harapan saya, semoga benar-benar bermanfaat bagi anak-anakku semua. Ke depan, kami akan mengupayakan perluasan penerima, termasuk siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga single parent,” ujar Raymundus dalam Musrenbang di Kecamatan Golewa Barat, Selasa, 23 Februari 2026.

Ia mengatakan PIP versi daerah merupakan komitmen pemerintah daerah mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak, dengan besaran bantuan disetarakan dengan PIP besutan pemerintah pusat.

“Kebijakan itu merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan dan memastikan ketepatan sasaran program bantuan sosial,” kata dia.

Raymundus berharap sekolah lebih proaktif mengusulkan siswa yang belum mendapatkan beasiswa PIP pusat sehingga bisa diakomodir dalam PIP daerah.

Monika Watu, perwakilan siswa penerima beasiswa, menyebut bantuan ini sangat membantu kebutuhan sekolah. “Kami dan orangtua merasa sangat terbantu. Semoga bermanfaat bagi kami semua,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Johni Rowa, mewakili orangtua siswa penerima bantuan. Ia menilai beasiswa pemerintah daerah meringankan beban keluarga.

“Kami benar-benar merasa terbantu. Pemerintah sudah peduli membantu kami menyekolahkan anak-anak,” kata Johni.

Kepala Bagian Humas Pemkab Ngada, menambahkan Frederikus Mawo, dari jumlah siswa penerima beasiswa, 1.817 orang merupakan siswa sekolah dasar dan 890 siswa sekolah Menengah pertama (SMP).

“Pada prinsipnya penerima beasiswa adalah siswa yang tidak terakomodir PIP reguler maupun pusat,” ujarnya.

Masing-masing siswa sekolah dasar penerima beasiswa mendapatkan Rp400 ribu, sementara untuk SMP, setiap siswa menerima dana Rp750 ribu.

Anggota DPRD Ngada, Yosef Filius David Jawa menilai kebijakan tersebut mencerminkan keberanian pemerintah daerah menjaga prioritas sektor pendidikan di tengah tantangan fiskal.

“Saya harus menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah. Walaupun di tengah kondisi finansial yang tidak menentu dan efisiensi anggaran yang sangat menyulitkan, pemerintah daerah mampu merancang dan mewujudkan kebijakan versi daerah ini,” kata Yosef.

TERKINI
BACA JUGA