Puskesmas Oebobo Buka Skrining HPV DNA Gratis

Pemeriksaan HPV DNA menyasar perempuan berusia di atas 30 tahun yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Kupang, Ekorantt.com – Puskesmas Oebobo, Kota Kupang, menyediakan pelayanan pemeriksaan HPV DNA dan vaksinasi HPV gratis bagi perempuan yang memenuhi kriteria sasaran pada Selasa, 10 November 2026.

Pelayanan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang dilaksanakan serentak di 12 puskesmas se-Kota Kupang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Oebobo, dr. Maria Fransisika Febriayanti Kopong mengatakan, layanan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap deteksi dini kanker serviks sekaligus meningkatkan upaya pencegahan melalui vaksinasi.

Pemeriksaan HPV DNA menyasar perempuan berusia di atas 30 tahun yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Perempuan yang telah mendapatkan vaksin HPV maupun yang sudah menopause tetap dapat mengikuti pemeriksaan.

“Pemeriksaan HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik virus Human Papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan kanker serviks. Tujuannya untuk mendeteksi infeksi sebelum berkembang menjadi lesi prakanker atau kanker serviks,” kata Fransisika di Kupang pada Selasa, 3 November 2026.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan HPV DNA positif tidak berarti seseorang telah menderita kanker serviks. Peserta dengan hasil positif akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai kondisi medis.

Tindak lanjut dapat berupa evaluasi untuk mengetahui adanya lesi prakanker maupun rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan. Puskesmas Oebobo memastikan peserta dengan hasil positif tetap mendapatkan pendampingan dan tidak terlewat dari proses tindak lanjut.

Selain pemeriksaan, vaksin HPV juga diberikan kepada peserta yang berdasarkan hasil skrining mendapatkan rekomendasi vaksinasi.

Menurut Fransisika, vaksin HPV merupakan upaya pencegahan infeksi virus HPV dan bukan untuk mengobati infeksi yang telah terjadi. Karena itu, pemeriksaan dan vaksinasi menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan perempuan yang saling melengkapi.

Efek samping vaksin yang umum terjadi antara lain nyeri, kemerahan atau bengkak pada lokasi suntikan, demam ringan, sakit kepala, dan pusing. Keluhan tersebut umumnya hilang dalam beberapa hari, sedangkan reaksi alergi berat atau anafilaksis jarang terjadi.

Ia berharap, melalui pelayanan gratis ini, perempuan yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan kesempatan pemeriksaan sebagai langkah menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah kanker serviks sejak dini.

“Pelayanan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan preventif kepada masyarakat, sejalan dengan tema HKN ke-62, sehat untuk semua,” tandas Fransisika. (Adv)

TERKINI
BACA JUGA