Ruteng, Ekorantt.com – Sub Cluster Network (SCN) Lingko Lodok Manggarai berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi, memperkuat suara anak dan remaja disabilitas, serta memperjuangkan, serta membangun lingkungan yang menghargai keberagaman dan kesetaraan.
“Semoga forum ini tidak berhenti pada pengukuhan hari ini, tetapi menjadi gerakan yang nyata, yang terus bertumbuh, bekerja, dan membawa perubahan,” ucap Ketua SCN Lingko Lodok Manggarai, Elias Dagung saat pengukuhan Forum Anak dan Remaja Disabilitas Kabupaten Manggarai di Aula SLB Karya Murni Ruteng pada Kamis, 5 November 2026.
Elias berkata, pengukuhan forum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan bahwa anak dan remaja penyandang disabilitas memiliki hak untuk didengar, berpartisipasi, dan ikut menentukan masa depan mereka.
Ia berkata, anak dan remaja penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan atau objek perlindungan.
Mereka memiliki kemampuan, cita-cita, gagasan, dan potensi untuk berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta daerah Manggarai, NTT, dan Indonesia.
“Karena itu, forum ini hendaknya menjadi ruang yang aman dan ramah,” katanya.
Elias juga berharap forum tersebut dapat menjadi tempat anak-anak dan remaja disabilitas berani untuk menyampaikan pendapat, untuk belajar memimpin, untuk belajar membangun persahabatan, serta memperjuangkan hak-hak mereka.
“Jangan pernah merasa bahwa disabilitas membatasi nilai diri dan masa depan kalian,” pungkas Elias.
Sebab itu, mereka berhak bermimpi, berhak belajar, berhak berkarya, dan berhak menjadi pemimpin.
“Suara kalian itu penting, kehadiran kalian berarti, masa depan Manggarai ini juga milik kalian,” ucapnya.
Elias meminta orangtua pendamping untuk terus memberikan dukungan serta kepercayaan terhadap mereka. Biarkan anak-anak mencoba dan berkembang sesuai dengan kemampuan.
Kepada pemerintah, lembaga, sekolah, dan masyarakat, ia mengajak untuk bergerak bersama membangun Manggarai yang semakin inklusif.
“Jangan hanya berbicara tentang anak dan remaja disabilitas, tetapi libatkan mereka dalam setiap keputusan yang menyangkut kehidupan mereka.”
Penjabat Sekretaris Daerah Manggarai, Petrus Caelestinus Masangkat berkata, setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.
Karena itu, disabilitas bukan alasan untuk membatasi mimpi, kesempatan dan masa depan.
“Setiap anak dan remaja disabilitas memiliki hak, potensi, suara, cita-cita, dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan menentukan masa depan,” ungkapnya.
Mengacu Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Nomor 4 Tahun 2011 adalah peraturan tentang Petunjuk Pelaksanaan Kebijakan Partisipasi Anak dalam Pembangunan, forum anak merupakan wadah partisipasi yang dibina pemerintah secara berjenjang.
Selain itu, pembinaan juga melibatkan lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media masa. Perlindungan dan pemenuhan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama.
“Jadi untuk tumbuh kembangnya anak-anak disabilitas, semua kita terlibat. Dengan terbentuknya hari ini, tentu berkat kerjasama kita,” ujar Petrus.
Ia bilang, pembentukan Forum Anak dan Remaja Disabilitas merupakan wujud komitmen pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak disabilitas.
Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang termuat dalam Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah (RPJMD).
“Kami apresiasi atas rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas, agar anggota Forum Anak dan Remaja Disabilitas mampu menjalankan peran secara efektif,” ucap Petrus.
Menurutnya, pengurus yang dikukuhkan merupakan perwakilan dari berbagai kelompok anak dan remaja disabilitas di Kabupaten Manggarai.
“Forum ini jangan hanya menjadi anak yang didengarkan, tetapi jadilah anak yang berani menyorakan aspirasi dan memperjuangkan hak-haknya,” katanya.
Dengan demikian, Forum Anak dan Remaja Disabilitas harus menjadi corong atau jembatan aspirasi bagi teman-teman disabilitas lain di seluruh Kabupaten Manggarai.
Masangkat bilang, forum ini menjalankan dua peran utama. Pertama, eebagai pelopor atau pionir.
“Mereka menginisiasi kegiatan positif dan kreatif di kalangan teman sebaya, mengembangkan solidaritas kepedulian dan sikap saling menghargai dan menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif,” tegasnya.
Kemudian, forum ini bertugas sebagai pelapor dan reporter. Kata Masangkat, anggota forum harus berani menyampaikan pendapat dan memperjuangkan hak, berani berbicara, serta mendorong teman sebaya mereka untuk melaporkan kasus kekerasan melalui saluran pengaduan yang aman.
Ia berharap, forum ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
“Karena Forum Anak dan Remaja Disabilitas diharapkan membangun komunikasi dan kolaborasi serta menangkap isu dan harapan dengan berbagai organisasi anak dan kelompok disabilitas,” pungkasnya.
Setelah pengukuhan, dilanjutkan membahas program kerja Forum Anak dan Remaja Disabilitas.
Setelah itu dilanjutkan penyampaian materi tentang pencegahan perkawinan anak dari Dinas P3A, serta materi membangun peran dan kolaborasi antarragam disabilitas di Kabupaten Manggarai.













