Kupang, Ekorantt.com – Ratusan pelajar dan guru ikut dalam apel Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu, 2 Mei 2026 pagi.
Apel yang dipimpin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ini dijalankan dalam suasana berbeda. Para pelajar dan guru tampil anggun mengenakan busana adat dari berbagai kabupaten.
Perayaan Hardiknas tak hanya menjadi momen refleksi dunia pendidikan, tetapi juga panggung kreativitas melalui Gebyar SMA/SMK.
Deretan stan pameran dipenuhi karya siswa, mulai dari produk kerajinan, olahan pangan lokal, hingga praktik langsung keahlian vokasi.
Salah satu yang menarik perhatian adalah stan SMK Negeri 1 Waikabubak dari Kabupaten Sumba Barat. Kain tenun hasil karya siswa dipajang berdampingan dengan produk pangan lokal.
Kepala SMK Negeri 1 Waikabubak, Yohana Landa menjelaskan, sekolahnya menampilkan karya dari lima konsentrasi keahlian, seperti bisnis, manajemen perkantoran, akuntansi, pemasaran, serta pariwisata dan perhotelan.
“Produk unggulan kami menenun karena memiliki sanggar tenun sendiri,” ujarnya.
Meski bergerak di bidang jasa, para siswa juga dilatih membangun jiwa kewirausahaan. Mereka memproduksi dan memasarkan hasil karya, bahkan sekolah berencana mengurus perizinan sejumlah produk unggulan.
Kerja sama dengan mitra pemasaran pun telah dijalin, dengan sistem komisi 10 persen bagi sekolah. Langkah ini sejalan dengan program One School One Product yang digaungkan pemerintah provinsi.
Tak kalah semarak, SMK Negeri Sasitamean dari Kabupaten Malaka menghadirkan nuansa agribisnis.
Kepala SMK Negeri Sasitamean, Siprianus Kehi Mau mengatakan, sekolahnya menampilkan empat kompetensi keahlian, dengan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sebagai unggulan.
Sekitar 1.500 tanaman tomat dan cabai siap panen, sementara budi daya ayam petelur ditargetkan mulai produksi pada Juni mendatang.
Stan mereka juga menampilkan produk olahan seperti manisan tomat, telur asin, dan keripik. Sementara jurusan Desain Komunikasi Visual menghadirkan studio mini, tempat siswa langsung mempraktikkan keterampilan desain di hadapan pengunjung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo mengatakan, pameran produk SMA/SMK ini menjadi ajang untuk mempromosikan hasil karya guru dan siswa sekaligus menunjukkan progres pendidikan vokasi di NTT.
“Seluruh hasil karya yang dipamerkan nantinya siap dipasarkan melalui NTT Mart by One School One Product. Kemajuan siswa di satuan pendidikan vokasi sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Hardiknas tahun ini terasa lebih hidup karena nukan sekadar upacara, tetapi perayaan atas karya, inovasi, dan semangat kemandirian generasi muda NTT.













