Larantuka, Ekorantt.com – Pengerjaan jalan menuju Kuhe, salah satu lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, hampir rampung.
PT Dewi Graha Indah, rekanan yang mengerjakan jalan ini, telah melakukan pengaspalan terhadap ruas jalan sepanjang 10 kilometer lebih itu.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Balai Pelaksana Jalan Nasional NTT, Viktor Nale berkata, setelah hotmix rampung, rekanan masih melanjutkan pengerjaan bahu jalan. Bila sudah tuntas dikerjakan, baru dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima proyek dari kontraktor ke pemilik proyek.

“Aspal sudah tuntas sampai di ujung, sampai di lokasi Kuhe. Pekerjaan sudah beres, tersisa bahu jalan. Ada 500 meter saja, hanya merapikan supaya lebih bagus,” kata Viktor kepada Ekora NTT di Larantuka pada Kamis, 5 November 2026.
Viktor bilang, pihak sedang menyurvei 10 titik rawan yang akan dilengkapi penerangan jalan. “Baru dua titik lampu, sisanya masih kita cek untuk tentukan delapan titik.”
Petani desa, sebut Viktor, sudah mulai merasakan dampak akses jalan dari depan Kopdit San Dominggo menuju Kuhe. Hasil bumi bisa diangkut dengan mudah di jalan yang mulus.
Pengerjaan jalan sebenarnya rampung sebelum November, kata Viktor. Namun, selama sebulan lebih, aktivitas angkutan material terhambat akibat erupsi gunung hingga gempa Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan Kuhe sebagai salah satu lokasi pembangunan hunian tetap bagi penyintas Lewotobi. Dua lokasi lain yakni Todan dan Walang.
Asisten I Setda Flores Timur, Jack Arakian mengaku, penyiapan lahan yang berlarut selama dua tahun menghambat pembangunan huntap.
Penulis: Paul Kabelen













