Kisah Veronika, Kader Posyandu Pejuang Kesehatan Ibu dan Anak di Sikka

Maumere, Ekorantt.com – Veronika Dua Tita (47), warga RT 008/RW 002, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, sudah 16 tahun mengabdikan diri menjadi kades posyandu Nyiur. Ia menjadi kader tanpa pamrih untuk kesehatan ibu dan anak meski selama 9 tahun menerima insentif hanya Rp50 ribu tiap bulan.

Veronika ialah seorang ibu rumah tangga. Selain, mengurus keluarga, ia pun membantu anak-anak balita dengan memantau tumbuh kembang mereka tiap bulan.

Bagi ibu tiga orang anak ini, kader posyandu merupakan sebuah panggilan untuk membantu kesehatan ibu dan anak. Ia tercatat sebagai kader posyandu bagi balita, kader jentik dan kader pendataan keluarga dari Dinas Pemberdayaan Keluarga Sikka.

Veronika menyadari tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu kesehatan, namun hanya kepercayaan dan hanya mengantongi SK sebagai kader posyandu dari kelurahan dan dibekali dengan pelatihan-pelatihan.

“Hanya mengikuti pelatihan-pelatihan bahkan saya pernah dikirim ke Kupang,” ujar Veronika kepada Ekorantt.com di kediamannya, Kelurahan Kota Baru, Rabu (09/03/2022).

iklan

Istri dari Fransesko Yerianto ini berkisah, awal bergabung menjadi kader posyandu tahun 2006 punya tantangan tersendiri. Seringkali tugas tambahan itu menjadi motif persoalan rumah tangga akibat disibukkan oleh pekerjaan sebagai kader.

“Awalnya bersitegang dengan suami karena seringkali meninggalkan rumah dan minimnya insentif yang saat itu Rp50 ribu per bulan,” kenang Veronika.

Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, ujar dia, suami akhirnya memahami tugasnya sebagai kader posyandu. Sebab, tugas itu merupakan panggilan jiwa terutama untuk menyelamatkan kesehatan para ibu dan anak-anak.

Karena rutin dan tulus melayani kesehatan ibu dan anak setiap waktu, pemerintah pun akhirnya menaikkan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan sejak 2016.

“Bagi saya ketika melayani ibu dan anak di luar rumah menjadi kepuasan tersendiri,” ucap dia.

Tak hanya melayani di posyandu, Veronika juga seringkali turut memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, kabupaten itu tergolong wilayah ekstrim DBD.

Kemudian pada tahun 2021, Veronika mendapat tugas dan kepercayaan sebagai kader pro sehat kendali Covid-19. Ia juga diberi tugas tambahan sebagai tim diseminasi informasi seputar Covid-19, bagaimana cara terhindar dan cara mengatasinya.

“Sekali lagi menjadi kader posyandu adalah tugas mulia. Karena memperhatikan tumbuh kembang anak di masa emasnya. Kalau salah urus maka kehidupan anak tidak memiliki keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani,” tandasnya.

Yuven Fernandez

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA